Pages

Thursday, November 7, 2013

MomentCam, Aplikasi Karikatur China yang Mendunia

Jakarta - Jika Anda perhatikan deretan top chart free apps di iOS dan Android, baru-baru ini ada satu aplikasi yang menarik perhatian. MomentCam, aplikasi asal China ini sedang digandrungi banyak orang. 

Daya tarik MomentCam adalah, mengubah foto menjadi karikatur secara instant. Dalam deskripsinya, si developer bahkan mengklaim MomentCam adalah aplikasi pertama di dunia yang punya fungsi seperti ini. 

Menariknya lagi, MomentCam saat ini bersaing ketat dengan BlackBerry Messenger (BBM) di Android dan iOS. Dikunjungi detikINET, Rabu (6/11/2013), di Google Play Store, MomentCam berada di urutan kedua setelah BlackBerry. Sementara di iOS, posisi pertama disusul BlackBerry setelahnya. 

Cara menggunakannya pun sangat mudah. Hanya memilih foto yang sudah ada untuk diubah menjadi karikatur, dan MomentCam langsung mengubahnya. Hasilnya, tak kalah dengan sketsa seni karikatur yang dibuat manual oleh para karikaturis. Ada sekitar 150 ribu tema atau gaya kartun yang bisa dipilih oleh user. 

Hanya saja, menu navigasi di aplikasi ini menggunakan huruf tradisional China sehingga agak menyulitkan user menggunakannya. Keluhan ini yang paling banyak diutarakan user di Reviews. 

"Change your language Your app now its worldwide.please add some language.I can't understand what your app said. So, I can't save the photo cause I can't understand your language :) I'll give you 5 if you fix it," tulis salah satu user dengan nama akun Tiara Budiawan. 

Saran lain disampaikan user lain. "Fun but.... I really enjoy it but I can't save the edited pic to the gallery. I need to post in wechat and copy from it. I need to save edited pic to gallery. Coz some pic are private... Not good to let people see... Please fix... Thank u..," ujar user dengan akun Socheata Ya. 

Nah, dengan banyaknya masukan seperti itu, semoga saja si developer menambah lebih banyak pilihan bahasa untuk aplikasinya. Sudah mencobanya? Bagaimana menurut Anda?


Analisa:

Saat ini banyak aplikasi pengolah foto yang tersedia di PlayStore atau AppStore salah satunya adalah aplikasi MomentCam ini atau bisa disebut juga Mo Man Xiang Ji.yang saat ini sedang naik daun di kalangan pengguna android dan apple. Aplikasi ini mempunyai daya tarik yang sangat bagus yaitu mengubah foto menjadi ilustrasi karikatur dan terbilang mudah karena tinggal hanya memilih foto lalu diproses. Sayangnya ada satu kelemahan aplikasi ini, yaitu masih menggunakan huruf cina yang sulit untuk dimengerti oleh user. Seharusnya pihak developer menambahkan fitur bahasa inggris dan bahasa lainnya karena berdasarkan data saat ini aplikasi MomentCam sudah banyak terunduh.

Bosan, Remaja Tinggalkan Facebook

KOMPAS.com — Facebook akhirnya mengakui bahwa para remaja mulai menunjukkan kebosanannya dengan jejaring sosial. Pengakuan ini dilakukan oleh Facebook pada Rabu, 30 Oktober 2013. 

Seperti yang dilansir oleh CNet, CFO Facebook David Ebersman mengakui bahwa pengguna Facebook dalam kelompok remaja secara keseluruhan tidak tumbuh pada kuartal kedua dan ketiga. Mereka juga melihat adanya penurunan dari penggunaan Facebook sehari-hari oleh para remaja.

Diakuinya juga, Facebook tidak memiliki data yang akurat untuk menghitung jumlah aktivitas remaja. Ini karena mereka bisa saja memalsukan data diri. 

Meski demikian, Facebook telah mengembangkan metode pengukuran khusus untuk memantau pengguna remaja mereka.

Ini berbeda dengan pernyataan CEO Facebook Mark Zuckerberg dan beberapa petinggi lainnya beberapa waktu lalu. Selama ini Zuckerberg dkk selalu menyatakan bahwa remaja pengguna Facebook tidak bosan. 

Namun, kabar baiknya, Facebook masih menunjukkan tingkat keterlibatan yang tinggi dari penggunanya. Rasio pengguna aktif harian dibanding bulanan mencapai 61 persen. 

Facebook pun mampu meraup keuntungan 2,02 miliar dollar AS dan meraih 48 persen keuntungan iklan mereka dari mobile. Facebook memiliki 1,19 miliar pengguna aktif, 728 juta pengguna harian aktif, dan 874 juta pengguna bulanan aktif lewat perangkat mobile.


Analisa:

Penurunan ini memang sangat terlihat di kalangan remaja karena banyak remaja yang beralih ke social media lain salah satu contohnya adalah twitter. hal ini mungkin dikarenakan user remaja yang sudah bosan, mereka lebih memilih situs microblogging yang terlihat simpel meskipun hanya bisa memuat 140 karakter untuk sekali "tweet". tetapi Facebook masih banyak digunakan oleh kalangan remaja untuk mengupload foto yang banyak, bermain game berbasis flash, serta memiliki grup untuk berdiskusi dan sharing yang mana tidak dimiliki oleh situs microblogging.

Seberapa Bahaya Kicauanmu di Twitter

KOMPAS.com — Kejahatan lewat Facebook? Sudah banyak diekspos. Bagaimana dengan Twitter? 

Di awal kemunculannya, banyak orang memandang remeh microblogging besutan Jack Dorsey ini. "Hanya" sebuah wadah berkicau tak lebih dari 140 karakter, tanpa banyak memuat profil userselayaknya social media lain. Apalah yang bisa mengancam orang dengan keterbatasan itu? 

Sebuah pandangan yang ternyata sangat salah. Twitter, dengan segala keterbatasannya, ternyata justru membuat orang lengah.

Belum lama terbetik berita, sebuah akun pengumpul dana sosial palsu mampu menipu banyakfollower. Akun yang sudah ditutup tersebut memberi tweet seolah mewakili beberapa pihak yang memerlukan bantuan sumbangan. 

Selain memberi posting foto-foto para "obyek penderita", akun itu juga menyebutkan nomor rekening tempat orang bisa menyalurkan sumbangannya. Berkat kejelian seorang jurnalis, diketahui bahwa foto-foto tersebut adalah foto orang yang disalahgunakan. Pemiliknya tak lain seorang mahasiswi yang mengaku butuh uang demi menonton konser idolanya.

Itu hanya satu contoh saja bagaimana penipuan bisa terjadi di Twitter. Cerita lain, ada saja akun yang mengaku sebagai pria menawan, dengan tampilan avatar tampan lagi keren. Tutur katanya ditweet sangat memesona, seolah anak keluarga terpelajar dan kaya raya. Setelah ditelusuri, ternyata semua itu palsu. Dia tak lain adalah seorang predator dunia maya yang mencari korban lawan jenis, dengan motif ekonomi. 

User yang Lengah

Penipuan dengan membuat akun palsu, menyamar, mengelabui korban hanyalah salah satu modus operandi para pelaku kriminal cyber. Yang tak kalah mengerikan adalah stalking, atau mengintai perilaku seseorang dengan tujuan tertentu. Seberapa sering Anda menginformasikan gerak-gerik Anda di Twitter?

@Adinda22: Lagi jemput adik di TK Ceria, nanti pulang jam 10. Tinggal dulu, ah.

Sepenting apa informasi dari tweet tadi? Bagi seorang penculik atau predator anak-anak, sangat penting. Si @Adinda22 tanpa sadar sudah berbagi informasi penting tentang adiknya yang masih TK. Akan makin berbahaya jika ternyata dia sudah sering posting foto dirinya bersama adik. 

Predator anak-anak akan dengan senang hati menyimak semua posting @Adinda22, kalau perlu menyamar sebagai akun yang akan mengajaknya "berteman" di Twitter. Segala informasi selanjutnya akan terpapar dengan mudah. Ketika ada kesempatan, penculikan pun terjadi seketika.

Itu sekadar contoh bagaimana berbagi informasi di Twitter dapat disalahgunakan oleh para pelaku kriminal. Apakah @Adinda22 salah? Tidak. Namun, dia lengah. Tidak sadar bahwa berbagi informasi di Twitter dapat berpotensi memicu aksi kriminal. 

Mulai waspada 

Dunia maya dan dunia nyata kelamaan sudah kian sulit dipisahkan. Para netter di dunia nyata berbagi apa saja yang mereka lakukan ke dunia maya. Tanpa disadari, dunia maya sudah menjadi semacam cermin dunia nyata. Dari sanalah perilaku, opini, bahkan isi hati seseorang dapat diterka. 

Memang tidak semua pengguna social media senaif dan sepolos itu. Namun kadang, ada kondisi ketika user lengah, bersikap spontan saat menyampaikan tweet, membagi sesuatu yang sesungguhnya terlalu personal dan sensitif. 

Twitter, sama dengan peranti sosial lain di internet, menghubungkan kita dengan sebanyak mungkin orang, baik kenal maupun tidak. Kendati cuma terdiri dari 140 karakter beserta spasi, microbloggingini tetap berpotensi disalahgunakan oleh siapa saja. Mulai dari penipuan bermotif ekonomi, pengintaian perilaku (stalking) untuk tujuan tertentu, penyebaran pornografi, sampai menyusupkan virus berbahaya yang berujung ke pencurian dan penyalahgunaan data. 

Sudahkah Anda mulai bersikap waspada di microblogging yang tak lebih dari 140 karakter termasuk spasi ini? Jika belum, maka ada baiknya segera memulai. Kriminalitas bisa terjadi di mana saja.

Sumber: 

Analisa:


Kejahatan di era ini tidak saja melalui dunia nyata langsung, sekarang mulai memasuki era kejahatan dunia maya “Cyber Crime”. Sebagai orang yang aktif di dunia maya kita harus menjaga privasi kita, karena banyak kasus yang terjadi seperti penculikan anak melalui facebook sampai penipuan berkenalan akhirnya berujung tindak asusila yang semata-mata hanya memuaskan nafsu sang pelaku. Untuk mengantisipasi hal tersebut kurangilah meng-update lokasi keberadaan kita karena itu bisa disalahgunakan oleh pelaku criminal. Mengupdate lokasi kita sebenarnya berguna misalnya melaporkan cuaca, keadaan lalu lintas dll. Tetapi jika sering mengupdate lokasi keberadaan juga membuat friends atau followers menjadi risih melihatnya serta mengundang kejahatan maka dari itu mulailah waspada dalam menggunakan layanan social media.

Banyak Anak Indonesia yang Belum Melek Internet

KOMPAS.com - Anak muda yang asyik menjelajah dunia maya dengan gadget mobile seperti smartphone dan tablet sudah menjadi pemandangan umum di kota-kota besar Tanah Air. Generasi baru bangsa sepertinya sudah sangat akrab dengan internet.

Tapi benarkah demikian? Ternyata tidak juga.

Sebuah studi bertajuk Measuring the Information Society 2013 yang dilakukan oleh International Telecommunications Union (ITU) dan Georgia Institute of Technology mengungkapkan bahwa ternyata baru sebagian kecil anak muda Indonesia yang "melek internet".

Studi ITU yang dikutip oleh The New York Times tersebut antara lain meneliti jumlah anak muda berusia 15-24 tahun yang pada tahun 2012 telah menggunakan internet selama lima tahun atau lebih. Mereka ini disebut "digital native" alias anak-anak muda yang sudah melek internet.

Data-data diperoleh dari berbagai macam sumber, termasuk informasi jumlah penduduk yang telah online pada 2007, lima tahun sebelum 2012.

Dari hasil penelitian, diketahui bahwa hanya 13,7 persen anak muda Indonesia berusia 15-24 tahun yang termasuk dalam golongan digital native.

Secara keseluruhan, jumlah anak muda Indonesia yang telah aktif menjelajah internet selama 5 tahun atau lebih baru 2,4 persen dari total populasi. Angka tersebut mendudukkan Indonesia di urutan 132 dari 180 negara yang diteliti dalam studi ITU, jauh dari negara-negara maju seperti Jepang dan Amerika Serikat.

Di negara-negara itu, persentase anak muda yang melek internet mencapai lebih dari 90 persen. Urutan pertama dipegang oleh Korea Selatan yang 99,6 persen anak mudanya sudah aktif di internet. 

Yang cukup mengejutkan, di Negeri Jiran Malaysia, tercatat bahwa 75 persen anak muda termasuk dalam golongan digital native. Hal ini disinyalir karena negara yang bersangkutan aktif memanfaatkan teknologi informasi di sekolah-sekolah.

Akan tetapi, karena populasi yang lebih besar, jumlah anak muda Indonesia yang tercatat aktif berinternet masih lebih tinggi dari Malaysia, yaitu sekitar 5,8 juta orang berbanding 3,9 juta. Dari segi jumlah total ini, China mencatat jumlah digital native tertinggi sebanyak 75 juta orang, disusul Negeri Paman Sam dengan angka 41 juta.

Secara global, persentase digital native masih relatif kecil, yaitu tak sampai sepertiga dari populasi anak muda di seluruh dunia.


Analisa:


Indonesia masih menyandang status sebagai Negara berkembang, jadi tidak bisa dibandingkan dengan anak muda di Negara maju. Di Negara maju mungkin teknologi hampir merata di wilayahnya, sedangkan di Indonesia banyak wilayah yang belum tersentuh listrik apalagi teknologi seperti komputer dan internet. Seharusnya pemerintah lebih memperhatikan pembangunan di wilayah tertinggal agar wilayah tertinggal menghasilkan orang-orang yang produktif dan bisa membantu kemajuan Negara.

Monday, November 4, 2013

Pejabat AS Serukan Boikot GTA V

Chicago, AS - Karena dianggap akan membawa dampak buruk terhadap generasi muda bangsa, seorang politukus di Amerika Serikat meminta para orang tua untuk tidak membeli Grand Theft Auto (GTA) V. Game yang sudah meraup USD 1 miliar dalam 3 hari.

Ketika diluncurkan, ratusan ribu gamer rela antre demi mendapatkan kepingan game GTA V, baik itu versi Xbox 360 atau PS3. Tak heran jika ini disebut salah satu game terlaris dalam sejarah.

Namun adegan di dalamnya selalu menjadi bahan kontoversi, karena sebagian menggap bisa memberikan dampak buruk bagi pemain yang masih belia. Seperti yang dipikirkan oleh Jim Glasgow, Jaksa Negara untuk wilayah Will County, Illinois, Amerika Serikat.

"Anda bisa memutuskan untuk membunuh seseorang dengan gaya apa pun. Semua disediakan di sana. Bisa dengan menembak, menusuk, membakar korban, apa pun bisa dilakukan," kata Glasgow, usai memperlihatkan 6 menit gameplay GTA V di depan 50 orang tua murid setara SMP.

GTA V dinilai Glasgow bisa membawa dampak buruk bagi para game, terutama yang masih belia. Untuk itu ia menhimbau agar para orang tua tidak membelikan game tersebut untuk anak-anak mereka.

Sebagai 'obat' dari game-game kekerasan yang ada, pejabat AS itu mengaku sedang membuat game ringan agar para gamer sadar akan dampak buruk dari game atau pun film kekerasan yang saat ini marak beredar.

"Saat ini kekerasan adalah hiburan yang paling banyak dijual, baik itu di game atau pun serial tv. Kami sudah tak menginginkan hal itu lagi," lanjut Glasgow, seperti dikutip detikINET dari Suntimes, Minggu (20/10/2013).


Analisa:


Seharusnya boikot ini tidak hanya di Amerika tetapi juga harus dilakukan di Indonesia mengingat game ini ditujukan untuk gamer usia 18 tahun keatas. Game berunsur kekerasan dan pornografi tidak hanya game GTA (Grand Theft Auto) besutan Rockstar, masih banyak game yang bergenre kekerasan  yang seharusnya tidak dimainkan oleh anak dibawah umur karena akan berdampak buruk untuk kesehatan psikisnya, dalam hal ini orang tua seharusnya yang berperan penting mengawasi anak-anaknya dalam bermain game menonton tv atau internet, karena dunia entertainment atau hiburan tidak ada matinya. Sebelum GTA V versi pendahulunya yang sangat laris adalah GTA San Andreas yang keluar di tahun 2006 untuk versi PS2, banyak anak dibawah umur pergi ke rental PlayStation menghabiskan uang jajan mereka untuk menikmati Game ini, tidak hanya itu bahkan anak-anak ini rela bolos sekolah, tentu hal ini tidaklah baik karena akan menurunkan minat belajar dan prestasi di sekolah.