Pages

Showing posts with label Tugas. Show all posts
Showing posts with label Tugas. Show all posts

Sunday, June 7, 2015

PROFESI DAN KODE ETIK WEB DEVELOPER DALAM TEKNOLOGI SISTEM INFORMASI

Web Developer
Web developer adalah seseorang yang menciptakan aplikasi berbasis web dengan menggunakan bahasa pemrograman. Pada dasarnya, web developer membuat berbagai hal “terjadi” pada sebuah website. Peran web developer adalah sebagai penghubung dari semua sumber daya yang akan digunakan pada sebuah website, mulai dari pemanggilan database, membuat halaman website yang dinamis, hingga mengatur cara pengunjung untuk berinteraksi dengan elemen-elemen dari website tersebut. Seorang web developer yang handal akan terbiasa dengan bahasa pemrograman, baik itu di sisi server ( server-side scripting ) maupun disisi client ( client-side scripting ). 
Aplikasi Web Developer
Sebagai seorang web developer, akan terbiasa dengan bahasa pemrograman, Berikut adalah bagian aplikasi yang harus dipahami oleh seorang web developer.
• Client-side: JavaScript
• Server side: ASP, ASP.NET, Java, Perl, PHP, Python, Ruby, dsb.
• Databases: MySQL, Oracle, dsb.
Aspek tampilan menjadi sisi yang agak “terpinggirkan” oleh web developer. Pada umumnya setelah scripting dari aplikasi web telah selesai dibuat, web developer akan menyerahkan pekerjaannya kepada web designer untuk menciptakan tampilan yang baik.

Perancangan atau pengaplikasian website dibagi menjadi 6 (enam) tahap, yaitu sebagai berikut:
  1. Planning (perencanaan website)
  2. Designing (perancangan website)
  3. Coding (penyusunan code/script
  4. Testing (pengujian web
  5. Promotion (promosi website)
  6. Maintenance (pemeliharaan website)
1. Untuk Client-side: JavaScript 
adalah bahasa skrip yang populer di internet dan dapat bekerja di sebagian besar penjelajah web populer seperti Internet Expoler (IE), Mozilla Firefox, Netscape danOpera. Kode JavaScript dapat disisipkan dalam halaman web menggunakan tag SCRIPT.
JavaScript pertama kali dikembangkan oleh Brendan Eich dari Netscape dibawah nama Mocha, yang nantinya namanya diganti menjadiLiveScript, dan akhirnya menjadi JavaScript.
Navigator sebelumnya telah mendukung Java untuk lebih bisa dimanfaatkan para programmer yang non-Java. Maka dikembangkanlah bahasa pemrograman bernama LiveScript untuk mengakomodasi hal tersebut. Bahasa pemrograman inilah yang akhirnya berkembang dan diberi nama JavaScript, walaupun tidak ada hubungan bahasa antara Java dengan JavaScript.
JavaScript bisa digunakan untuk banyak tujuan, misalnya untuk membuat efek rollover baik di gambar maupun teks, dan yang penting juga adalah untuk membuat AJAX. JavaScript adalah bahasa yang digunakan untuk AJAX.
2. Server side: JAVA
Java adalah bahasa pemrograman yang multi platform dan multi device. Sekali anda menuliskan sebuah program dengan menggunakan Java, anda dapat menjalankannya hampir di semua komputer dan perangkat lain yang support Java, dengan sedikit perubahan atau tanpa perubahan sama sekali dalam kodenya. Aplikasi dengan berbasis Java ini dikompulasikan ke dalam p-code dan bisa dijalankan dengan Java Virtual Machine. Fungsionalitas dari Java ini dapat berjalan dengan platform sistem operasi yang berbeda karena sifatnya yang umum dan non-spesifik.
3. Database:  MySQL
Pengertian MySQL, MySQL merupakan software yang tergolong database server dan bersifat Open Source, Open Source menyatakan bahwa software ini dilengkapi dengan source code (kode yang dipakai untuk membuat MySql), selain tentu saja bentuk executable-nya atau kode yang dapat dijalankan secara langsung dalam sistem operasi , dan bisa diperoleh dengan cara mengunduh diInternet secara gratis.” MYSQL telah diinstalasi lebih dari  6 juta instalasi di seluruh dunia.
MySQL adalah sebuah implementasi dari sistem manajemen basisdata relasional (RDBMS) yang didistribusikan secara gratis dibawah lisensi GPL (General Public License). Setiap pengguna dapat secara bebas menggunakanMySQL, namun dengan batasan perangkat lunak tersebut tidak boleh dijadikan produk turunan yang bersifat komersial.
MySQL sebenarnya merupakan turunan salah satu konsep utama dalam basisdata yang telah ada sebelumnya; SQL (Structured Query Language). SQL adalah sebuah konsep pengoperasian basisdata, terutama untuk pemilihan atau seleksi dan pemasukan data, yang memungkinkan pengoperasian data dikerjakan dengan mudah secara otomatis.
Untuk menjalankan Tugas dan tanggung jawabnya beberapa Kode Etik perlu diperhatikan oleh Web Developer, secara umum dapat dijelaskan sebagai berikut:

1. Reliabilitas
Memiliki tanggung jawab yang besar untuk memastikan proyek yang diterimanya dapat terselesaikan atau tidak tentunya dengan mempercayakan koordinasi dengan programmer dan web desainer.
seorang web developer dinilai telah melanggar etika ketika melarikan diri dari proyek yang belum selesai.  Ketika terdapat keraguan dalam penyelesaian proyek, adalah tugas web developer untuk memberitahukan kepada klien yang bersangkutan.

2. Kerahasiaan
Kewajiban web developer untuk menyimpan dan merahasiakan akses kode username panel – panel yang digunakan (Cpanel, FTP, dll) selama proyek berlangsung. Sehingga mempermudah klien apabila kehilangan atau lupa akan kode tersebut  

3. Kegunaan Website
Sebuah website dibuat untuk pemenuhan tujuan / memudahkan klien dan pengguna lain  dalam menggunakan website melalui berbagai fitur dan fasilitas yang disediakan. Disinilah tugas web developer untuk menjamin ketersediaan dan berjalannya fungsi / fitur tersebut.  Serta melakukan pelatihan untuk para klien dalam penggunaan webste yang telah dibuat dan disepakati
4. Keabadiaan Website
Dengan berkolaborasi dengan web master, peran web developer juga diminta disini untuk menjaga eksistensi website terkait. Website yang tidak interaktif dan tidak diupdate (maka dari itu diperlukan kerja sama web master untuk maintance dan pemeliharaan aplikasi serta tanggung jawab web master untuk optimisasi mesin pencari / SEO )

SUMBER:
http://radityaandreas.blogspot.com/2014/05/kode-etik-profesi-web-developer.html
https://sandisanjaya.wordpress.com/2013/04/07/web-developer-dan-aplikasinya/
http://trianatanti.blogspot.com/2013/04/web-developer.html

Wednesday, April 15, 2015

Contoh Kasus Pelanggaran ITE

Peretas situs web Presiden Susilo Bambang presidensby.info ditangkap oleh pihak kepolisian. Warga Kabupaten Jember, Jawa Timur dengan inisial WYA (20) tersebut diamankan oleh tim "Cyber Crime" telah dibawa ke Markas Besar (Mabes) Polri di Jakarta.

"Memang benar WYA ditangkap oleh tim Mabes Polri dan saya tidak punya kewenangan untuk menyampaikan hal itu," kata Kapolres Jember AKBP Jayadi, Senin (28/1/2013).

WYA merupakan lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang bekerja sebagai operator warung internet (warnet) dan teknisi komputer di salah satu warnet di Jalan Letjen Suprapto Jember.

Pemilik warnet tempat bekerja WYA, Adi Kurniawan mengaku tidak tahu dan tidak mengetahui kronologis penangkapan peretas situs presidensby.info yang diduga adalah karyawannya itu, namun yang bersangkutan terakhir kali masuk kerja pada Jumat (25/1/2013).

"Saya baru dikabari oleh karyawan lain dan handphone WYA juga tidak aktif. Polisi kemungkinan juga membawa komputer server di warnet karena tidak ada di tempat," tuturnya.

Pintu warnet, lanjut dia, sempat terkunci pada Sabtu (26/1/2013) dan kondisi ruangan warnet berantakan dan sepeda motor WYA ada di dalam ruangan.

"Kami membuka paksa pintu warnet dan baru yakin kalau WYA ditangkap tim Mabes Polri, setelah melihat ruangan warnet berantakan dan server komputer warnet juga tidak ada," paparnya.

Situs web presidensby.info yang menjadi salah satu penyampai informasi dan berita tentang kegiatan Presiden SBY kepada masyarakat sempat diretas oleh kelompok yang menamakan dirinya "Jemberhacker Team" pada 9 Januari 2013.

Dalam aksinya, Wildan melakukan deface atau mengganti tampilan asli halaman utama. Wildan telah memperingati orang nomor satu di negeri ini, bahwa situs web informasi presiden "tidak terkunci rapat." Wildan tidak mencuri data, ia hanya masuk ke halaman lalu "mencorat-coret tembok" dengan teks "Hacked by MJL007" berwarna hijau, lalu meninggalkan logo dan teks "Jemberhacker Team" berwarna putih.

Pemuda 22 tahun itu terancam Pasal 22 huruf B Undang-Undang 36/1999 tentang Telekomunikasi dan Pasal 30 ayat 1, ayat 2, dan atau ayat 3, jo Pasal 32 ayat 1 UU No 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).




Contoh kasus diatas merupakan pelanggaran terhadap UU Pasal 30 ayat 1, ayat 2, dan atau ayat 3, jo Pasal 32 ayat 1 UU No 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). 
Dalam pasal tersebut dijelaskan bahwa: "Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum mengakses Komputer dan/atau Sistem Elektronik (1) milik Orang lain dengan cara apapun (2) dengan cara apapun dengan tujuan memperoleh informasi Elektronik dan/atau dokumen Elektronik (3) dengan cara apapun dengan melanggar, menerobos, melampaui, atau menjebol sistem pengamanan".


Dari contoh kasus diatas tersangka WYA mungkin melakukan hack terhadap situs tersebut 
karena dia ingin mengetes seberapa ketat pengamanan situs tersebut, dan ternyata terdapat celah yang bisa ditembus. Meskipun tersangka tidak mencuri data namun sesuai pasal yang berlaku dia akan tetap terjerat hukum karena telah menerobos pengamanan situs presiden.



Sumber:
http://tekno.kompas.com/read/2013/01/29/14351862/serang.situs.sby.penjaga.warnet.diciduk.polisi

Friday, October 24, 2014

SMART LOCATOR BERBASIS DEKSTOP MENGGUNAKAN JAVA

ABSTRAK
Berkembangnya suatu negara, membawa dampak positif bagi negara tersebut untuk mengajak turis atau pendatang. Mendukungnya fasilitas terhadap pendatang atau turis memberi kemudahan kepada turis. Salah satu fasilitas tersebut adalah Smart Locator bertujuan untuk memberi kemudahan bagi turis atau pendatang khususnya di daerah DKI Jakarta untuk mengetahui tempat-tempat penting dan wajib dikunjungi oleh pendatang atau turis. Dengan userinterface yang mudah dan menarik untuk digunakan Smart Locator memiliki fitur tambahan seperti petunjuk bagaimana untuk kita sampai ke tempat tujuan dengan menggunakan kendaraan pribadi ataupun kendaraan umum. Menggunakan bahasa pemrograman Java dan MySQL sebagai database untuk menyimpan data data lokasi.

LATAR BELAKANG
Smart Locator adalah mesin pencari lokasi menggunakan GPS berbasis dekstop. Kebanyakan di negara-negara maju yang banyak memiliki pengunjung atau turis setiap tahunnya, smart locator begitu dibutuhkan, sebagai petunjuk arah atau lokasi yang bertujuan untuk mempermudah pendatang atau turis yang datang ke negara tersebut. Minimnya informasi dari suatu negara terhadap pendatang atau turis dapat mengurangi waktu dalam pencarian lokasi. Tidak menutup kemungkinan hal tersebut dapat mengurangi pendapatan negara. Karena ketidaktahuan pendatang atau turis terhadap tempat-tempat penting atau wisata yang ada di negara tersebut.
Smart Locator adalah bagian dari perkembangan telematika yaitu sebuah mesin pencari lokasi menggunakan GPS berbasis dekstop. Smart locator ditempatkan di bandara, karena tempat tersebut cukup strategis terhadap pendatang atau turis. Tidak hanya menampilkan tempat-tempat wisata, mall, dan lain-lain. Mesin smart locator menyediakan fitur petunjuk bagaimana cara untuk pengguna sampai ditempat tujuan, dengan menggunakan dua cara, yaitu kendaraan pribadi atau pun kendaraan umum.

TUJUAN PENULISAN
Tujuan dari penulisan ini adalah membuat sistem smart locator berbasis desktop yang memudahkan pendatang baru atau turis di kota jakarta mengetahui lokasi atau tempat-tempat penting di Jakarta.

BATASAN MASALAH
Penulisan ini hanya membatasi tentang pembuatan mesin Smart Locator, yang akan ditempatkan di Bandara yang ada di Jakarta. Mengingat banyaknya lokasi-lokasi penting yang ada di Jakarta, maka Smart Locator dibatasi agar hanya membahas tentang Taman, Museum, Mall, Tempat Wisata, Bandara, Stasiun, Terminal, dan Pelabuhan saja.
Dalam penggunaan nya, Smart Locator akan memberikan rute-rute yang harus ditempuh untuk mencapai lokasi yang dipilih. Mengingat banyaknya rute yang ada, maka hanya akan dibahas tentang rute kendaraan umum dan rute kendaraan pribadi saja.


Analisis Sistem yang Sedang Berjalan
Berwisata adalah sesuatu yang menyenangkan bagi banyak orang. Bepergian ke tempat-tempat baru pasti menarik dan memberikan suatu energi yang baru dan segar, namun ada beberapa hal jika tidak disiapkan dengan baik bisa merusak segalanya. Salah satunya menentukan tujuan wisata yang sesuai dengan keinginan dan kondisi yang anda inginkan saat itu. Hal ini kerap terjadi pada sebagian orang, dan tidak sedikit usaha yang anda keluarkan seperti bertanya tanya kepada orang lain yang pada umumnya tidak setiap orang tau seluk beluk kota atau mungkin mencarinya lewat internet yang bahkan belum tentu lengkap.

Analisis Sistem Baru
Mengenai kasus diatas memang mudah mencari solusinya, dengan bertanya atau mencarinya di internet. Tetapi system yang kami rancang ini akan lebih mempermudah anda dalam mecari tempat tempat wisata yang menarik dan lengkap, dalam system untuk masing masing tempat juga dilengkapi dengan penjelasan
penjelasan dan posisi lokasi secara detail dan akurat yang akan mempermudah anda mencari tempat tempat wisata yang wajib anda kunjungi di kota tersebut.
Untuk mengembangkan rancangan system yang baru ini, membutuhkan perangkat perangkat atau sumber daya seperti:
-LCD touchscreen
-Komputer
-Database

-User


Referensi:



Nama Kelompok

Billy Imanuel Andaria            11111484        http://billyimanuel.blogspot.com/
Deden M Toha                        11111805        http://tulisanane.wordpress.com/
Kahfi Prandana                       13111949        http://khafiprandana.blogspot.com/
Nathan Valentian                    15111112        http://nathanvalentian.blogspot.com/
Vanny Yolanda                       17111246        http://yolandavanny.blogspot.com/

Tuesday, May 20, 2014

Paragraf Deduktif dan Induktif


  1. Paragraf Induktif 

Paragraf induktif deisebut juga paragraf khusus-umum yang merupakan paragraf yang diawali dengan menyebutkan masalah masalah khusus untuk memperoleh suatu kesimpulan umum yang mencakup seluruh peristwa khusus sebelumnya. Dengan demikian, dalam paragraf induktif ide pokok atau kalimat utamanya terletak di akhir paragraf.

Ciri-ciri paragraf Induktif:

  • Terlebih dahulu menyebutkan peristiwa-peristiwa khusus
  • Kemudian, menarik kesimpulan berdasarkan peristiwa-peristiwa khusus 
  • Kesimpulan terdapat di akhir paragraf
  • Menemukan kalimat utama, gagasan utama, kalimat penjelas kalimat utama paragraf induktif terletak di akhir paragraf
  • Gagasan utama terdapat pada kalimat utama
  • Kalimat penjelas terletak sebelum kalimat utama, yakni yang mengungkapkan peristiwa khusus
  • Kalimat penjelas merupakan kalimat yang mendukung gagasan utama
Jenis Paragraf Induktif:
  • Generalisasi
  • Analogi
  • Klasifikasi
  • Perbandingan
  • Sebab Akibat
Contoh paragraf induktif:
"Pada era kita sekarang ini, teknologi seakan terus berkembang semakin cepat. Tak terkecuali teknologi informasi dan komunikasi yg sepertinya sudah menjadi kebutuhan setiap orang. Oleh karena itu, penguasaan terhadap teknologi informasi dan komunikasi mutlak diperlukanagar kita tidak tertinggal di era global ini"

  2.  Paragraf Deduktif

Paragraf deduktif disebut juga paragraf umum-khusus, adalah paragraf yang diawali dengan menyebutkan masalah umum untuk memperoleh suatu kesimpulan khusus. Dalam pola pengembangan paragraf deduktif, ide pokok atau kalimat utamanya berada di awal paragraf.

Ciri-ciri Paragraf Deduktif:

  • Kalimat utama berada di awal paragraf
  • kalimat disusun dari pernyataan umum yang kemudian disusul dengan penjelasan 
Contoh Paragraf Deduktif :
"Ada beberapa penyebab kemacetan di Jakarta. Pertama, jumlah armada yang banyak tidak seimbang dengan luas jalan. Kedua, kedisiplinan pengendara kendaraan sangat minim. Ketiga, banyak tempat yang memunculkan gangguan lalu lintas, misalnya pasar, rel kereta api, pedagang kaki lima, halte yang tidak difungsikan, banjir, dan sebagainya. Keempat, kurang tegasnya petugas yang berwenang dalam mengatur lalu lintas serta menindak para pelanggar lalu lintas."

Sumber: 
Kusmayadi, Ismail (2008). Think Smart Bahasa Indonesia. Bandung: Grafindo Media Pratama.
http://makalahpendidikan.blogdetik.com/paragraf-deduktif-ciri-cirijenis-contoh-paragraf-deduktif-dan-pengertian-paragraf-deduktif/


Sunday, March 16, 2014

Etika dan Tata Cara Menulis Blog

Etika, sesuatu yang sering kita dengar berkaitan dengan moral dan sopan santun yang harus dimiliki oleh tiap individu untuk berinteraksi sosial dengan individu lainnya, mungkin lebih singkatnya tata cara yang baik untuk melakukan sesuatu mengenai hubungan sosial antar manusia. Di dunia maya pun kita harus tahu etika tentang menulis karena semua orang dari baerbagai macam suku, agama dan ras saling terhubung di internet. Kita tidak bisa sembarangan menulis sesuatu tanpa tahu aturan aturan yang berlaku.

Di dalam dunia maya banyak sekali para blogger yang mempublikasikan hasil tulisan mereka, baik itu bersifat ilmiah, akademik, dll. Karena dapat dibaca oleh pengguna internet di seluruh dunia tentunya dalam menulis blog diperlukan aturan-aturan dalam berkomunikasi secara online. Demi meningkatkan kualitas tulisan di dalam blog maka bermunculan aturan-aturan tertulis maupun tidak tertulis. Di Indonesia sendiri ada undang-undang ITE, undang-undang Pers, dan KUHP yang bisa menjerat para blogger jika melanggar.

Ada beberapa kesepakatan etika dalam penulisan blog, diantaranya:

Menghargai dan menjunjung tinggi perlindungan Hak Kekayaan Intelektual dengan menghindari Plagiarisme, pembajakan, dan selalu mencantumkan sumber tiap kali mengutip hasil karya orang.

Tidak mendiskreditkan pihak lain dan selalu berkomitmen untuk menulis secara proporsional.

Tidak menampilkan tulisan atau gambar yang mengandung unsur pornografi.

Selalu berbagi pengetahuan dan kebaikan melalui blog masing-masing

Tidak berprasangka dan hanya menulis berdasarkan fakta yang diyakini bisa dibuktikan serta tetap dengan menjunjung tinggi etika kesopanan dalam menulis.

Tidak melakukan spamming melalui kolom komentar.

Tetap menjaga kesopanan dan rasa saling menghormati dalam memberikan komentar pada blog yang dikunjungi.

Tidak melakukan hack pada website atau blog lain.

Tidak menampilkan tulisan atau gambar yang mengandung unsur SARA.

Menggunakan bahasa yang baik dalam menulis.

Tetap menjunjung tinggi kebebasan berekspresi dalam menulis tetapi tidak melanggar hak-hak orang lain.

Bersedia meralat informasi yang telah ditulis dalam blog jika di kemudian hari terdapat kesalahan dalam memuat tulisan di blog.

Tampilan menarik

Sumber: 

http://vinaafryani.wordpress.com/2012/11/07/etika-dan-tata-cara-dalam-penulisan-blog/

http://www.pikiran-rakyat.com/node/150392

Monday, December 30, 2013

Kalimat Efektif

Penjelasan Kalimat Efektif

Kalimat efektif merupakan kalimat yang mewakili gagasan pembicara atau penulis, serta dapat diterima maksud, arti serta tujuannya sesuai yang dimaksud oleh penulis atau pembicara. Sebelum lanjut lebih jauh mari kita bahas apa itu kalimat efektif. Kalimat Efektif adalah kalimat yang mampu dipakai untuk menyampaikan informasi dari pembicara atau penulis kepada lawan bicara atau pembaca secara tepat. Ketepatan dalam penyampaian informasi sangat penting untuk pemahaman lawan bicara.

Sebuah kalimat dikatakan efektif apabila berhasil menyampaikan pesan, gagasan, perasaan, maupun pemberitahuan sesuai dengan maksud si pembaca atau penulis. Untuk itu si pembicara atau penulis harus memenuhi syarat kalimat yang baik berdasarkan struktur, pemilihan kata, hubungan antar bagiannya logis dan ejaan. Semua unsur itu harus dipenuhi

Di dalam hal ini kita harus mengetahui pula situasi untuk penggunaan kalimat efektif. Kalimat yang dipandang efektif di dalam pergaulan atau keseharian belum tentu efektif jika digunakan untuk situasi resmi, dan juga sebaliknya. 


Contoh kalimat efektif :

1. Bagi yang merasa kehilangan dompet tersebut harap mengambilnya di pos.
Kalimat efektifnya : Yang merasa kehilangan dompet tersebut harap mengambilnya di pos.

2. Depresi ekonomi bukan hanya dirasakan oleh kaum pribumi lapisan bawah, tetapi juga dirasakan oleh kelompok elite pribumi.
Kalimat efektifnya : Depresi ekonomi dirasakan kaum pribumi di semua lapisan.

3. Amara pergi ke sekolah, lantas Amara pergi ke rumah temannya untuk belajar.
Kalimat efektifnya : Amara pergi ke sekolah, lantas ke rumah temannya untuk belajar.

4.  Kakak membantu anak itu dengan dipapahnya ke tepi jalur.

Kalimat efektifnya : Kakak membantu anak itu memapahnya ke tepi jalur.


Ubahlah kalimat berikut ini menjadi kalimat efektif!

1. Kepada semua informan penelitian mendapatkan dua macam instrument yaitu angket dan acara kegiatan.
Kalimat efektifnya : Semua informan penelitian mendapatkan dua macam instrument yaitu angket dan catatan kegiatan.

2. Didalam artikel koran itu menyuratkan bahwa sumber daya alam yang bermacam-macam di Indonesia ini belum dimanfaatkan secara maksimal.
Kalimat efekifnya : Artikel koran itu memberitahukan sumber daya alam yang ada di Indonesia belum dimanfaatkan secara maksimal.

3. Dengan beredarnya internet masuk ke desa bermanfaat sekali bagi masyarakat pedesaan.
Kalimat efektifnya : Beredarnya internet ke desa sangat bermanfaat bagi masyarakat pedesaan.

Sumber:
http://zegyjib.wordpress.com/matkul/bahasa-indonesia/definisi-kalimat-efektif-dan-ciri-cirinya-resume-6/

Wednesday, November 20, 2013

Contoh Format Surat Undangan Rapat (Seminar)


Dalam membuat surat resmi hal yang harus diperhatikan adalah ucapan, ejaan, serta tanda baca yang benar.
  • UcapanBahasa Indonesia bagi sebagian penuturnya adalah bahasa kedua. Pengaruh ini dapat berkenaan dengan semua aspek ketatabahasaan, misalnya ucapan. Pengaruh dalam ucapan ini sulit dihindarkan dan menjadi ciri yang membedakan ucapan penutur Bahasa Indonesia dari satu daerah dengan daerah yang lain. Kita dengan mudah dapat menentukan daerah asal penutur berdasarkan ucapan Bahasa Indonesianya.

  • EjaanEjaan penting sekali artinya dalam kaitannya dengan penggunaan Bahasa Indonesia produktif tulis. Dalam menulis kita tidak hanya dituntut untuk dapat menyusun kalimat dengan baik, memilih kata yang tepat, melainkan juga mengeja kata-kata dan kalimat tersebut sesuai dengan ejaan yang berlaku.

  • Tanda Baca: 

Ada beberapa tanda baca/pungtuasi seperti titik (.), Koma (,), titik
  • Titik (.)
           Selain untuk menandai berakhirnya kalimat, titik juga dipakai untuk nomor bab, singkatan, alamat surat, ukuran atau timbangan.
  • Tanda Koma (,)
           Koma digunakan untuk menandai adanya jeda dalam suatu kalimat, membatasi nama dan gelar yang terletak dibelakang nama, jumlah rupiah, ketip dan sen.
           Contoh : Prof. Dr. E.S. Margianti, S.E., MM.
                         Rp 1.250,50
  • Titik Koma (;)
          Tanda titik koma digunakan untuk memisahkan bagian kalimat yang sejenis dan setara.
           Contoh :  Semua mahasiswa diperlakukan sama; tidak ada mahasiswa yang dianakemaskan.

Monday, November 4, 2013

Wacana yang Membedakan Pemanfaatan Bahasa Indonesia pada Tataran Ilmiah, Semi Ilmiah, dan Non Ilmiah

PENGERTIAN KARYA ILMIAH

Karya Ilmiah adalah laporan tertulis dan diterbitkan yang memaparkan hasil penelitian oleh seorang penulis atau sebuah tim berdasarkan hasil-hasil penelitian ilmiah yang telah dilakukannya. Definisi yang lain mengatakan bahwa karya ilmiah (scientific paper) adalah laporan tertulis dan dipublikasi yang memaparkan hasil penelitian atau pengkajian yang telah dilakukan oleh seseorang atau sebuah tim dengan memenuhi kaidah dan etika keilmuan yang dikukuhkan dan ditaati oleh masyarakat keilmuan.

MACAM KARYA TULIS ILMIAH

Sesuai dengan cirinya yang tertulis tadi, maka karya tulis ilmiah dapat berwujud dalam bentuk makalah (dalam seminar atau simposium), artikel, laporan praktikum, skripsi, tesis, dan disertasi, yang pada dasarnya kesemuanya itu merupakan produk dari kegiatan ilmuwan. Data, simpulan, dan informasi lain yang terkandung dalam karya ilmiah tersebut dijadikan acuan (referensi) bagi ilmuwan lain dalam melaksanakan penelitian atau pengkajian selanjutnya.

CONTOH WACANA ILMIAH

Globalisasi informasi dan budaya yang terjadi menjelang millenium baru seperti saat ini adalah sesuatu yang tak dapat dielakkan. Gemuruh globalisasi yang sudah mulai terdengar sejak akhir abad ke-20, telah membuat masyarakat dunia, termasuk bangsa Indonesia harus bersiap-siap menerima kenyataan masuknya pengaruh luar terhadap seluruh aspek kehidupan bangsa.Salah satu aspek yang terpengaruh adalah kebudayaan.
Terkait dengan aspek kebudayaan, kebudayaan dapat diartikan sebagai nilai-nilai yang dianut oleh masyarakat ataupun persepsi yang dimiliki oleh warga masyarakat terhadap berbagai hal. Kebudayaan juga dapat didefinisikan melalui wujudnya, yang mencakup gagasan atau ide, kelakuan dan hasil kelakuan (Koentjaraningrat). Oleh karena itu nilai-nilai maupun persepsi berkaitan dengan aspek-aspek kejiwaan atau psikologis, yaitu apa yang terdapat dalam alam pikiran. Aspek-aspek kejiwaan ini menjadi penting artinya apabila disadari bahwa tingkah laku seseorang sangat dipengaruhi oleh apa yang ada dalam alam pikiran orang yang bersangkutan. Sebagai salah satu hasil pemikiran dan penemuan seseorang adalah kesenian, yang merupakan subsistem dari kebudayaan Bagi bangsa Indonesia aspek kebudayaan merupakan salah satu kekuatan bangsa yang memiliki kekayaan nilai yang beragam, termasuk keseniannya.Kesenian rakyat, salah satu bagian dari kebudayaan bangsa Indonesia tidak luput dari pengaruh globalisasi. Globalisasi dalam kebudayaan dapat berkembang dengan cepat, hal ini tentunya dipengaruhi oleh adanya kecepatan dan kemudahan dalam memperoleh akses komunikasi dan berita namun hal ini justru menjadi bumerang tersendiri dan menjadi suatu masalah yang paling krusial atau penting dalam globalisasi, yaitu kenyataan bahwa perkembangan ilmu pengertahuan dikuasai oleh negara-negara maju, bukan negara-negara berkembang seperti Indonesia.
Mereka yang memiliki dan mampu menggerakkan komunikasi internasional justru negara-negara maju. Akibatnya, negara-negara berkembang, seperti Indonesia selalu khawatir akan tertinggal dalam arus globalisai dalam berbagai bidang seperti politik, ekonomi, sosial, budaya, termasuk kesenian kita. Wacana globalisasi sebagai sebuah proses ditandai dengan pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sehingga ia mampu mengubah dunia secara mendasar. Komunikasi dan transportasi internasional telah menghilangkan batas-batas budaya setiap bangsa.Kebudayaan setiap bangsa cenderung mengarah kepada globalisasi dan menjadi peradaban dunia sehingga melibatkan manusia secara menyeluruh.

Terkait dengan seni dan budaya, Seorang penulis asal Kenya bernama Ngugi Wa Thiong’o menyebutkan bahwa perilaku dunia Barat, khususnya Amerika seolah-olah sedang melemparkan bom budaya terhadap rakyat dunia. Mereka berusaha untuk menghancurkan tradisi dan bahasa pribumi sehingga bangsa-bangsa tersebut kebingungan dalam upaya mencari indentitas budaya nasionalnya. Penulis Kenya ini meyakini bahwa budaya asing yang berkuasa di berbagai bangsa, yang dahulu dipaksakan melalui imperialisme, kini dilakukan dalam bentuk yang lebih luas dengan nama globalisasi.

WACANA SEMI ILMIAH

            Wacana pada tataran semi ilmiah merupakan wacana yang karakteristiknya berada diantara ilmiah dan non-ilmiah.

MACAM WACANA SEMI ILMIAH

            Artikel, Editorial, Opini, Feuture, Reportase

CONTOH WACANA SEMI ILMIAH

            YOGYAKARTA, KOMPAS.com — Penggunaan lampu berteknologi light emitting diode (LED) sudah mulai meluas. Bukan hanya konsumen biasa, selebriti bahkan landmark kota pun sudah secara resmi menggunakan lampu berteknologi LED. Apa kelebihan lampu berteknologi LED dibandingkan dengan lampu-lampu lain?

Berikut ini perbedaannya. 
Saat ini, setidaknya ada lima jenis lampu yakni lampu pijar, lampu halogen, fluorescent, lampu hemat energi, dan LED.
Lampu pijar adalah bohlam tradisional. Lampu ini tersedia dalam berbagai variasi bentuk, ukuran, dan ukuran watt. Harganya pun sangat terjangkau. Sayangnya, lampu pijar mengonsumsi banyak energi listrik. Lampu ini pun berumur pendek dan memancarkan panas. Sangat berbahaya untuk dijadikan lampu baca karena dapat dengan mudah tersentuh.

Lampu halogen adalah pengembangan dari lampu pijar. Lampu ini memberikan cahaya redup. Bagi yang masih ingin "mempertahankan" otentisitas lampu pijar, lampu ini bisa menjadi solusi. Sayangnya, sama seperti lampu pijar, halogen juga tidak hemat energi.

Pilihan lainnya adalah fluorescent. Lampu ini menghasilkan cahaya dari gas. Dibandingkan lampu pijar,fluorescent bisa dikategorikan hemat. Pasalnya, lampu tersebut dapat menghemat hingga 30 persen. Lampu ini pun relatif aman karena memiliki kandungan merkuri rendah. Desainnya ramping meski mampu menerangi seluruh ruangan. Sayangnya, lampu ini mudah rusak jika sering dimatikan dan dinyalakan. Pecahan lampu ini juga berbahaya.

Setelah melewati era lampu-lampu tidak hemat energi, generasi baru kemudian tampil, yakni lampu hemat energi. Lampu ini mampu menghemat energi sampai 80 persen. Performanya tinggi dan ukurannya pun mungil serta bisa bertahan hingga 6.000 jam. Sayangnya, lampu ini hanya mampu memberikan terang bagi satu ruangan, dan sedikit estetika. Selain itu, lampu ini masih mengandung merkuri.
Alternatif terbaik yang kini tersedia adalah LED. Head of Marketing Lighting PT Philips Indonesia, Ryan Tirta Yudhistira, mengatakan bahwa LED menyala karena perpindahan elektron. Karena tidak ada yang dibakar seperti lampu pijar, maka lampu ini tidak panas dan jauh lebih aman. Selain itu, jika lampu hemat energi bisa menghemat hingga 80 persen, lampu berteknologi LED mampu menghemat hingga 85 persen. Sayangnya, investasi lampu ini cukup mahal pada penggunaan awal.



WACANA NON ILMIAH :

 Karangan nonilmiah adalah karangan yang menyajikan fakta pribadi tentang pengetahuan dan pengalaman dalam kehidupan sehari-hari.

CIRI-CIRI KARANGAN NON ILMIAH

ditulis berdasarkan fakta pribadi
fakta yang disimpulkan subyektif
gaya bahasa konotatif dan popular
tidak memuat hipotesis
penyajian dibarengi dengan sejarah
bersifat imajinatif
situasi didramatisir
bersifat persuasive

MACAM KARYA TULIS NON ILMIAH

Dongeng, cerpen, novel, drama, dan roman

CONTOH

Petualangan berfokus kepada karakter Bilbo Baggins, yang ikut ke dalam usaha merebut kembali Kerajaan Dwarf dari naga menakutkan.
Bilbo bergabung dengan rombongan tiga belas kurcaci yang dipimpin oleh prajurit legendaris, Thorin Oakenshield. Perjalanan mereka akan menuju wilayah yang liar, melalui tanah berbahaya dipenuhi Goblin dan Orc, Warg mematikan dan ahli-ahli sihir. Meskipun tujuan mereka terletak di bagian Timur dan daerah kritis dari Gunung Sunyi, pertama mereka harus melewati terowongan goblin, di mana Bilbo bertemu makhluk yang akan mengubah hidupnya selamanya ... Gollum. Sendirian dengan Gollum, di tepi sebuah danau bawah tanah, Bilbo Baggins yang sederhana menyadari kecerdikan dan keberaniannya sendiri yang mengejutkan dirinya sendiri, ia juga mendapatkan kepemilikan "berharga" cincin Gollum yang memegang kekuatan tak terduga dan berguna ... Sebuah cincin emas sederhana yang kerkaitan dengan nasib seluruh bumi Tengah - dengan cara yang tidak di ketahui Bilbo.


Daftar Pustaka:







Wednesday, October 23, 2013

Penggunaan Bahasa Indonesia Secara Baik dan Benar


Bahasa menurut Gorys Keraf (1997 : 1) merupakan alat komunikasi antara anggota masyarakat berupa simbol bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia. Mungkin ada yang mengatakan bahwa ada alat komunikasi lain selain bahasa, misalnya penggunaan alat, simbol, dan lain sebagainya, namun hal ini banyak sekali kelemahannya.Bahasa memberikan kemungkinan yang jauh lebih luas dan kompleks daripada yang dapat diperoleh dengan menggunakan media tadi. Bahasa haruslah merupakan bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia.Berbahasa Indonesia secara baik adalah menggunakan bahasa Indonesia sesuai konteks (pembicaraaan atau penulisan). Sedangkan berbahasa Indonesia secara benar adalah menggunakan bahasa Indonesia sesuai kaidah (tata bahasa) bahasa Indonesia.
“Loe ngerjain tugas sama siapa?”“Berapa harga ini bang?” (sambil menunjuk baran yang ditanyakan)
Kalimat di atas merupakan contoh kalimat yang baik dan benar, jika digunakan oleh seseorang dengan orang lain yang akrab dan sebaya. Menjadi tidak baik dan jelas tidak benar jika digunakan oleh mahasiswa kepada dosennya.Contoh kalimat kedua juga merupakan kalimat yang baik, karena sesuai dengan situasi dan kondisi. Tetapi belum tentu benar. Tidak mungkin bahasa tersebut kita ganti dengan bahasa yang benar.Contoh baku: 
“Berapa harga buku ini satu buah bang?”“Harga satu buah buku ini adalah lima ribu rupiah.”
Hal ini tentulah tidak menjadi efektif karena situasi pasar yang ramai dan juga banyak pembeli yang mengantre membuat bahasa yang benar tidaklah tepat dalam situasi ini karena membutuhkan tawar menawar dalam hal tawar menawar. Berbahasa Indonesia yang baik itu jika digunakan sesuai konteks pembicaraan dan situasi. Jika digunakan untuk teman,sahabat,pacar atau orang yang sebaya dan akrab maka kalimat tersebut baik. Tetapi perlu diperhatikan, kata-kata seperti “loe” tidaklah baku karena yang baku adalah “kamu” atau “anda”.Berbahasa Indonesia yang benar adalah bahasa yang sesuai dengan tata bahasa baku yang telah ditetapkan. Bahasa Indonesia yang benar diterapkan dalam bahasa tulis dan bahasa lisan yang sifanya resmi misalnya pada saat berpidato.Yang baik belum tentu benar, dan yang benar belum tentu baik. Yang baik dan benar adalah berbahasa Indonesia yang baik dan benar, bukan hanya baik saja, bukan hanya benar saja, apalagi yang tidak baik dan tidak benar.

Fungsi Bahasa Sebagai Alat Komunikasi

Pada dasarnya bahasa memiliki fungsi tertentu yang digunakan berdasarkan kebutuhan seseorang, yaitu sebagai alat untuk mengekspresikan diri, alat untuk berkomunikasi, alat untuk mengadakan integrasi, dan beradaptasi sosial dalam lingkungan atau situasi tertentu, dan sebagai alat untuk melakukan kontrol social(Keraf, 1997 :3). 

Berdasarkan studi Albert Mahrabian, manusia berkomunikasi 7% dari bahasa verbal, 38% dari nada suara, & 55% dari ekspresi muka. Itu artinya kemampuan verbal hanya menyumbang sedikit dari cara manusia berkomunikasi, sisanya adalah nada dan ekspresi muka yang mendominasi komunikasi karena nada dan ekspresi muka sangat memengaruhi komunikasi kita terhadap lawan bicara, dengan nada dan ekspresi muka dan gerak tubuh yang terlatih akan mempercepat penyampaian informasi,maksud,dan keinginan kita saat berkomunikasi dengan lawan bicara.

Menurut Felicia (2001:1) dalam berkomunikasi sehari-hari, salah satu alat yang paling sering digunakan adalah bahasa, baik bahasa lisan maupun bahasa tulis. Begitu dekatnya kita dengan bahasa, terutama Bahasa Indonesia, sebagai bahasa Ibu, bahasa Indonesia tidak dirasa perlu untuk mendalami dan mempelajarinya lagi.

Bahasa juga sebagai alat komunikasi merupakan saluran perumusan maksud kita, melahirkan perasaan kita dan memungkinkan kita menciptakan kerja sama dengan sesama . Bahasa mengatur berbagai macam aktivitas kemasyarakatan, merencanakan dan mengarahkan masa depan kita. (Gorys Keraf, 1997 : 4).

Bahasa sebagai sarana komunikasi mempunyai fungsi utama bahwa komunikasi ialah penyampaian pesan atau makna oleh seseorang kepada orang lain. Keterikatan dan keterkaitan bahasa dengan manusia menyebabkan bahasa tidak tetap dan selalu berubah seiring perubahan kegaiatan manusia dalam kehidupannya di masyarakat. Perubahan bahasa dapat terjadi bukan hanya berupa pengembangan dan perluasan, melainkan berupa kemunduran sejalan dengan perubahan yang dialami masyarakat. Terutama pada penggunaan Fungsi komunikasi pada bahasa asing Sebagai contoh masyarakat Indonesia lebih sering menempel ungkapan “No Smoking” daripada “Dilarang Merokok”, “Stop” untuk “berhenti”, “Exit” untuk “keluar”, “Open House” untuk penerimaan tamu di rumah pada saat lebaran. Jadi bahasa sebagai alat komunikasi tidak hanya dengan satu bahasa melainkan banyak bahasa.

Bahasa Indonesia berfungsi sebagi alat komunikasi antaranggota masyarakat. Fungsi tersebut digunakan dalam berbagai lingkungan, tingkatan, dan kepentingan yang beraneka ragam, misalnya, komunikasi ilmiah, bisnis, kerja, social dan budaya. Untuk itu, pemakai bahasa komunikatif memerlukan pengetahuan dan keterampilan menggunakan berbagai ragam bahasa yang dapat mendukung pengembangan pengetahuan, keterampilan, pemikiran, dan sikap yang hendak dikomunikasikannya.Komunikasi lisan atau non standar yang sangat praktis menyebabkan kita tidak teliti berbahasa. Kita akan kesulitan pada saat akan menggunakan bahasa tulis atau bahasa yang lebih standar dan teratur.

Pada saat kita menggunakan bahasa untuk berkomunikasi, antara lain kita juga mempertimbangkan apakah bahasa yang kita gunakan laku untuk dijual. Sehingga kita sering mendengarkan istilah “ Bahasa Komunikatif”.Misalnya : Kata Makro hanya dapat dipahami oleh golongan masyarakat tertentu. Besar atau luas mudah dipahami oleh semua lapisan masyarakat.
Sumber:
http://herwingoernia19.blogspot.com/2013/04/contoh-penggunaan-bahasa-indonesia.html

en.wikipedia.org/wiki/Albert_Mehrabian

Hs, Widjono. 2007. Bahasa Indonesia – Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian di Perguruan Tinggi, Edisi Revisi, PT Grasindo, Jakarta.



t_wahyu.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/4761/BAB1.htm‎l