Pages

Monday, November 4, 2013

Bill Gates: Internet Tidak Begitu Dibutuhkan

Jakarta - Bill Gates, pendiri dan bos Microsoft, mengkritik upaya kemanusiaan Facebook dan Google untuk menyediakan internet murah di negara berkembang. Menurutnya, hal itu tidak tepat sasaran. Bagi masyarakat miskin, internet menurut Gates tidak begitu dibutuhkan.

Bill Gates sendiri aktif dalam yayasan kemanusiaan Bill & Melinda Gates Foundation. Yayasan ini menyumbangkan banyak bantuan untuk masyarakat miskin, seperti vaksin dan sanitasi bersih.

"Saya tentu saja suka dengan hal-hal yang berbau teknologi informasi. Namun jika kita ingin meningkatkan taraf kehidupan, Anda harus mengurusi hal-hal mendasar seperti nutrisi untuk anak-anak," tukas pria terkaya di dunia ini.

"Komputer itu, dalam derajat kebutuhan manusia, tidak berada dalam urutan lima besar," tambahnya, yang dikuti detikINET dari NYDailyNews, Senin (3/11/2013).

Facebook baru-baru ini mengumumkan inisiatif internet untuk semua orang, Mark Zuckerberg, bekerja sama dengan perusahaan raksasa seperti Samsung, mendirikan Internet.org untuk menyediakan akses internet di negara miskin.

Sedangkan Google mengembangkan proyek balon internet bernama Project Loon. Balon tersebut akan memancarkan akses internet ke daratan di lokasi terpencil.

Gates menegaskan bahwa menyediakan vaksinasi bagi orang miskin lebih penting ketimbang akses internet. "Jika Anda berpikir bahwa konektivitas adalah sesuatu yang kunci, itu bagus. Tapi saya tidak sependapat," pungkas dia.


Analisis:


Saya setuju dengan pernyataan Bill Gates, memang internet sudah menjadi Hak Asasi Manusia yang membutuhkan informasi. Tetapi dilihat dari sasaran yang diberikan kepada rakyat miskin merupakan hal yang kurang tepat, meskipun mendapat layanan internet murah tetapi rakyat miskin lebih membutuhkan bantuan seperti makanan, tempat tinggal yang layak, kesehatan, dan pendidikan. Faktanya banyak orang dewasa di masyarakat miskin yang belum bisa membaca,menulis, dan berhitung, menyediakan internet di kondisi masyarakat seperti itu sangat kurang efektif. Seharusnya masyarakat diberikan pendidikan dasar lalu dilanjutkan tentang pengenalan teknologi komputer agar masyarakat bisa lebih kreatif, produktif, dan berinovasi yang tidak lain tujuannya adalah meningkatkan taraf hidup.

BBM vs WhatsApp, Siapa Juaranya?

BlackBerry Messenger (BBM) dan WhatsApp memang sama-sama layanan instant messaging, tapi dengan sasaran yang berbeda dulunya. Setelah BBM tak lagi eksklusif, WhatsApp pun harus berhati-hati jika tak mau dilibas. Walaupun masih terbatas pada platform iOS dan Android, WhatsApp harus waspada dengan nama BlackBerry dan ikonnya sebagai layanan instant messaging khusus pengguna bisnis.

Lebih dari itu, kini secara nyata antara WhatsApp dan BlackBerry Messenger terlibat persaingan sengit untuk merebut pengguna smartphone agar setia menggunakan layanan besutannya. Sebelum terlibat jauh dengan perseteruan keduanya, ini beberapa fakta antara WhatsApp dengan BlackBerry Messenger, yang detikINET kutip dari berbagai sumber, Senin (4/11/2013).

Saat dilepas ke Google PlayStore dan Apple App Store, BlackBerry Messenger langsung menduduki daftar download nomor satu di sejumlah toko aplikasi di berbagai negara. Torehan manis pun langsung dibuat oleh BBM yang sempat pending hingga sebulan lamanya. Aplikasi ini menuai 10 juta download di hari pertama aplikasi ini hadir di toko aplikasi.

Sambutan yang hangat didapatkan oleh BBM, nyatanya belum mampu membuat WhatsApp dikejar dari sisi jumlah pengguna. Karena menurut data terakhir, WhatsApp sudah mempunyai anggota mencapai 350 juta dan mungkin lebih saat ini. 

Lalu bagaimana dengan BBM di iPhone dan Android? 

Dikatakan Head BlackBerry Messenger Andrew Bocking, setelah sepekan BBM hadir di Android dan iOS jumlah pengguna aktifnya dari dua platform tersebut mencapai 20 juta. Ini artinya pengguna aktif bulanan di BlackBerry, Android, dan iPhone, kini telah mencapai 80 juta pengguna. Masih banyak waktu dibutuhkan BBM untuk menggejar WhatsApp tersebut.

Bicara fakta, maka bicara mengenai sejarah dari mana asal muasal layanan ini dibuat. BlackBerry Messenger memang hadir terlebih dahulu bila dibandingkan dengan WhatsApp.WhatsApp dibesut oleh mantan punggawa Yahoo Brian Acton dan Jan Koum yang berbasis di California, Amerika Serikat.

Aplikasi ini secara umum berbayar, dimana pada awalnya pelanggan disuruh membeli lisensi dalam jangka waktu tertentu.Salah satu alasan kenapa WhatsApp sukses, karena saat itu BlackBerry Messenger (BBM) memiliki keterbatasan karena hadir di platform BlackBerry saja, WhatsApp mencoba mencuri perhatian pengguna lintas smartphone.

Baik BlackBerry Messenger dan WhatsApp awalnya sama-sama hadir untuk pengguna dari kalangan pebisnis. Walau kini segmen pengguna layanan ini semakin luas. Nah, soal fitur bila dibandingkan dengan layanan instant messaging lainnya, kedua aplikasi ini tergolong sederhana. Secara keseluruhan, antara BBM dengan WhatsApp memiki fitur saling bertukar pesan, gambar, suara dan membuat grup chatting.
 
Nah, bila BBM berbasis PIN BlackBerry, maka WhatsApp ini berdasarkan nomor telepon yang didaftarkan. Karena berbasis nomor ponsel inilah, tak sedikit yang mengeluhkan pengguna nomor tak dikenal yang tiba-tiba bisa mengirimkan pesan.
Indonesia bisa dikatakan sebagai negara yang masyarakatnya suka chatting melalui instant messaging. Setidaknya hal itu tercermin dari hasil survei Nielsen terhadap perilaku konsumen di Indonesia.

Survei yang dikeluarkan Agustus lalu melihat Aktivitas yang paling banyak dilakukan oleh pengguna smartphone selama 189 menit tersebut adalah chatting sebanyak 94%, kemudian menyusul browsing (71%) dan social networking (64%). Mengakses email menjadi kegiatan yang paling minim, cuma 17%.

Untuk waktu yang paling sering digunakan untuk melakukan beragam aktivitas di smartphone adalah sekitar jam 10 pagi hingga jam 2 siang. Browsing dan chatting adalah aktivitas yang memimpin di jam-jam tersebut.

Sedangkan aplikasi instant messaging yang diminati masyarakat Indonesia dipimpin oleh Whatsapp sebanyak 58%, BlackBerry Messenger (41%). dan LINE 35%

Hal yang lumrah, karena memang BlackBerry masih tergolong tinggi di pasar smartphone di bandingkan dengan negara lain.Awalnya BBM lintas platform dinilai bakal layu sebelum berkembang. Karena gagal di awal peluncuran perdananya. Tapi toh, saat dirilis ulang sambutannya sangat hangat. 


Selain jumlah yang meningkat selama kurun waktu yang sebentar, BlackBerry juga tak lupa menyebut kembali bahwa BBM menjadi aplikasi yang digandrungi setidaknya di 35 negara di Google Play Store dan 107 negara di App Store. 

Dengan jumlah 80 juta anggota, memang hal sulit untuk mengejar 350 juta pengguna. Tapi rasanya itu bukan hal yang mustahil mengingat BlackBerry dikenal sebagai aplikasi messaging untuk kalangan pebisnis.
 
Tanpa embel-embel penjualan sticker atau ikutan bergaya "unyu", rasanya bukan sesuatu yang sulit bila BBM bisa merangkul lebih banyak pengguna di masa depan.



Analisis:

BBM dan whatsapp memang menduduki instant messaging terbesar saat ini karena jumlah penggunanya sangat besar, disusul instant messaging lain seperti LINE,wechat,kakaotalk. mengingat kedigdayaan blackberry saat ini mulai jatuh dan para penggunanya karena android mulai merajai pasar di Indonesia, blackberry pun akhirnya melepas fitur BBM ke ponsel android dan iOS entah ini sebagai langkah RIM untuk mengambil keuntungan dari pengguna android dan iOS atau justru sebaliknya ini akan mematikan penjualan blackberry di seluruh dunia. Mengingat ponsel berbasis android dan iOS menawarkan segudang fitur menarik disbanding ponsel blackberry.

Soal instant messaging andalan blackberry satu satunya adalah BBM, semenjak muncul di Playstore dan Appstore BBM sangat laris diunduh sampai-sampai menempati posisi pertama hal ini tentu menunjukan sambutan hangat, mungkin ada beberapa faktor yang menyebabkan BBM laris di Playstore dan AppStore yaitu untuk bisa kembali terhubung dengan para pengguna ponsel Blackberry karena di Indonesia sendiri ponsel blackberry masih banyak digunakan.

BBM dan whatsapp sama-sama menawarkan fitur yang sama yaitu chatting, tukar gambar, pesan suara, dan grup chatting. Tetapi perbedaan berada di PIN, BBM menggunakan PIN khusus dibuat untuk aplikasinya sedangkan whatsapp menggunakan nomor ponsel yang didaftarkan ke aplikasi, penggunaan nomor telepon agak bersifat privasi, selain itu banyak pengguna whatsapp mengeluh jika tiba-tiba nomor yang tidak dikenal mengirim pesan.

Whatsapp memiliki 58% pengguna di Indonesia, sedangkan BBM 41%. Menurut saya BBM akan kembali tertinggal jika RIM tidak memberikan inovasi. Memang setiap instant messaging memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing tergantung bagaimana konsumen menilai kenyamanan dan kemudahan menggunakan aplikasi instant messaging yang ada saat ini.

Wacana yang Membedakan Pemanfaatan Bahasa Indonesia pada Tataran Ilmiah, Semi Ilmiah, dan Non Ilmiah

PENGERTIAN KARYA ILMIAH

Karya Ilmiah adalah laporan tertulis dan diterbitkan yang memaparkan hasil penelitian oleh seorang penulis atau sebuah tim berdasarkan hasil-hasil penelitian ilmiah yang telah dilakukannya. Definisi yang lain mengatakan bahwa karya ilmiah (scientific paper) adalah laporan tertulis dan dipublikasi yang memaparkan hasil penelitian atau pengkajian yang telah dilakukan oleh seseorang atau sebuah tim dengan memenuhi kaidah dan etika keilmuan yang dikukuhkan dan ditaati oleh masyarakat keilmuan.

MACAM KARYA TULIS ILMIAH

Sesuai dengan cirinya yang tertulis tadi, maka karya tulis ilmiah dapat berwujud dalam bentuk makalah (dalam seminar atau simposium), artikel, laporan praktikum, skripsi, tesis, dan disertasi, yang pada dasarnya kesemuanya itu merupakan produk dari kegiatan ilmuwan. Data, simpulan, dan informasi lain yang terkandung dalam karya ilmiah tersebut dijadikan acuan (referensi) bagi ilmuwan lain dalam melaksanakan penelitian atau pengkajian selanjutnya.

CONTOH WACANA ILMIAH

Globalisasi informasi dan budaya yang terjadi menjelang millenium baru seperti saat ini adalah sesuatu yang tak dapat dielakkan. Gemuruh globalisasi yang sudah mulai terdengar sejak akhir abad ke-20, telah membuat masyarakat dunia, termasuk bangsa Indonesia harus bersiap-siap menerima kenyataan masuknya pengaruh luar terhadap seluruh aspek kehidupan bangsa.Salah satu aspek yang terpengaruh adalah kebudayaan.
Terkait dengan aspek kebudayaan, kebudayaan dapat diartikan sebagai nilai-nilai yang dianut oleh masyarakat ataupun persepsi yang dimiliki oleh warga masyarakat terhadap berbagai hal. Kebudayaan juga dapat didefinisikan melalui wujudnya, yang mencakup gagasan atau ide, kelakuan dan hasil kelakuan (Koentjaraningrat). Oleh karena itu nilai-nilai maupun persepsi berkaitan dengan aspek-aspek kejiwaan atau psikologis, yaitu apa yang terdapat dalam alam pikiran. Aspek-aspek kejiwaan ini menjadi penting artinya apabila disadari bahwa tingkah laku seseorang sangat dipengaruhi oleh apa yang ada dalam alam pikiran orang yang bersangkutan. Sebagai salah satu hasil pemikiran dan penemuan seseorang adalah kesenian, yang merupakan subsistem dari kebudayaan Bagi bangsa Indonesia aspek kebudayaan merupakan salah satu kekuatan bangsa yang memiliki kekayaan nilai yang beragam, termasuk keseniannya.Kesenian rakyat, salah satu bagian dari kebudayaan bangsa Indonesia tidak luput dari pengaruh globalisasi. Globalisasi dalam kebudayaan dapat berkembang dengan cepat, hal ini tentunya dipengaruhi oleh adanya kecepatan dan kemudahan dalam memperoleh akses komunikasi dan berita namun hal ini justru menjadi bumerang tersendiri dan menjadi suatu masalah yang paling krusial atau penting dalam globalisasi, yaitu kenyataan bahwa perkembangan ilmu pengertahuan dikuasai oleh negara-negara maju, bukan negara-negara berkembang seperti Indonesia.
Mereka yang memiliki dan mampu menggerakkan komunikasi internasional justru negara-negara maju. Akibatnya, negara-negara berkembang, seperti Indonesia selalu khawatir akan tertinggal dalam arus globalisai dalam berbagai bidang seperti politik, ekonomi, sosial, budaya, termasuk kesenian kita. Wacana globalisasi sebagai sebuah proses ditandai dengan pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sehingga ia mampu mengubah dunia secara mendasar. Komunikasi dan transportasi internasional telah menghilangkan batas-batas budaya setiap bangsa.Kebudayaan setiap bangsa cenderung mengarah kepada globalisasi dan menjadi peradaban dunia sehingga melibatkan manusia secara menyeluruh.

Terkait dengan seni dan budaya, Seorang penulis asal Kenya bernama Ngugi Wa Thiong’o menyebutkan bahwa perilaku dunia Barat, khususnya Amerika seolah-olah sedang melemparkan bom budaya terhadap rakyat dunia. Mereka berusaha untuk menghancurkan tradisi dan bahasa pribumi sehingga bangsa-bangsa tersebut kebingungan dalam upaya mencari indentitas budaya nasionalnya. Penulis Kenya ini meyakini bahwa budaya asing yang berkuasa di berbagai bangsa, yang dahulu dipaksakan melalui imperialisme, kini dilakukan dalam bentuk yang lebih luas dengan nama globalisasi.

WACANA SEMI ILMIAH

            Wacana pada tataran semi ilmiah merupakan wacana yang karakteristiknya berada diantara ilmiah dan non-ilmiah.

MACAM WACANA SEMI ILMIAH

            Artikel, Editorial, Opini, Feuture, Reportase

CONTOH WACANA SEMI ILMIAH

            YOGYAKARTA, KOMPAS.com — Penggunaan lampu berteknologi light emitting diode (LED) sudah mulai meluas. Bukan hanya konsumen biasa, selebriti bahkan landmark kota pun sudah secara resmi menggunakan lampu berteknologi LED. Apa kelebihan lampu berteknologi LED dibandingkan dengan lampu-lampu lain?

Berikut ini perbedaannya. 
Saat ini, setidaknya ada lima jenis lampu yakni lampu pijar, lampu halogen, fluorescent, lampu hemat energi, dan LED.
Lampu pijar adalah bohlam tradisional. Lampu ini tersedia dalam berbagai variasi bentuk, ukuran, dan ukuran watt. Harganya pun sangat terjangkau. Sayangnya, lampu pijar mengonsumsi banyak energi listrik. Lampu ini pun berumur pendek dan memancarkan panas. Sangat berbahaya untuk dijadikan lampu baca karena dapat dengan mudah tersentuh.

Lampu halogen adalah pengembangan dari lampu pijar. Lampu ini memberikan cahaya redup. Bagi yang masih ingin "mempertahankan" otentisitas lampu pijar, lampu ini bisa menjadi solusi. Sayangnya, sama seperti lampu pijar, halogen juga tidak hemat energi.

Pilihan lainnya adalah fluorescent. Lampu ini menghasilkan cahaya dari gas. Dibandingkan lampu pijar,fluorescent bisa dikategorikan hemat. Pasalnya, lampu tersebut dapat menghemat hingga 30 persen. Lampu ini pun relatif aman karena memiliki kandungan merkuri rendah. Desainnya ramping meski mampu menerangi seluruh ruangan. Sayangnya, lampu ini mudah rusak jika sering dimatikan dan dinyalakan. Pecahan lampu ini juga berbahaya.

Setelah melewati era lampu-lampu tidak hemat energi, generasi baru kemudian tampil, yakni lampu hemat energi. Lampu ini mampu menghemat energi sampai 80 persen. Performanya tinggi dan ukurannya pun mungil serta bisa bertahan hingga 6.000 jam. Sayangnya, lampu ini hanya mampu memberikan terang bagi satu ruangan, dan sedikit estetika. Selain itu, lampu ini masih mengandung merkuri.
Alternatif terbaik yang kini tersedia adalah LED. Head of Marketing Lighting PT Philips Indonesia, Ryan Tirta Yudhistira, mengatakan bahwa LED menyala karena perpindahan elektron. Karena tidak ada yang dibakar seperti lampu pijar, maka lampu ini tidak panas dan jauh lebih aman. Selain itu, jika lampu hemat energi bisa menghemat hingga 80 persen, lampu berteknologi LED mampu menghemat hingga 85 persen. Sayangnya, investasi lampu ini cukup mahal pada penggunaan awal.



WACANA NON ILMIAH :

 Karangan nonilmiah adalah karangan yang menyajikan fakta pribadi tentang pengetahuan dan pengalaman dalam kehidupan sehari-hari.

CIRI-CIRI KARANGAN NON ILMIAH

ditulis berdasarkan fakta pribadi
fakta yang disimpulkan subyektif
gaya bahasa konotatif dan popular
tidak memuat hipotesis
penyajian dibarengi dengan sejarah
bersifat imajinatif
situasi didramatisir
bersifat persuasive

MACAM KARYA TULIS NON ILMIAH

Dongeng, cerpen, novel, drama, dan roman

CONTOH

Petualangan berfokus kepada karakter Bilbo Baggins, yang ikut ke dalam usaha merebut kembali Kerajaan Dwarf dari naga menakutkan.
Bilbo bergabung dengan rombongan tiga belas kurcaci yang dipimpin oleh prajurit legendaris, Thorin Oakenshield. Perjalanan mereka akan menuju wilayah yang liar, melalui tanah berbahaya dipenuhi Goblin dan Orc, Warg mematikan dan ahli-ahli sihir. Meskipun tujuan mereka terletak di bagian Timur dan daerah kritis dari Gunung Sunyi, pertama mereka harus melewati terowongan goblin, di mana Bilbo bertemu makhluk yang akan mengubah hidupnya selamanya ... Gollum. Sendirian dengan Gollum, di tepi sebuah danau bawah tanah, Bilbo Baggins yang sederhana menyadari kecerdikan dan keberaniannya sendiri yang mengejutkan dirinya sendiri, ia juga mendapatkan kepemilikan "berharga" cincin Gollum yang memegang kekuatan tak terduga dan berguna ... Sebuah cincin emas sederhana yang kerkaitan dengan nasib seluruh bumi Tengah - dengan cara yang tidak di ketahui Bilbo.


Daftar Pustaka:







Wednesday, October 23, 2013

Penggunaan Bahasa Indonesia Secara Baik dan Benar


Bahasa menurut Gorys Keraf (1997 : 1) merupakan alat komunikasi antara anggota masyarakat berupa simbol bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia. Mungkin ada yang mengatakan bahwa ada alat komunikasi lain selain bahasa, misalnya penggunaan alat, simbol, dan lain sebagainya, namun hal ini banyak sekali kelemahannya.Bahasa memberikan kemungkinan yang jauh lebih luas dan kompleks daripada yang dapat diperoleh dengan menggunakan media tadi. Bahasa haruslah merupakan bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia.Berbahasa Indonesia secara baik adalah menggunakan bahasa Indonesia sesuai konteks (pembicaraaan atau penulisan). Sedangkan berbahasa Indonesia secara benar adalah menggunakan bahasa Indonesia sesuai kaidah (tata bahasa) bahasa Indonesia.
“Loe ngerjain tugas sama siapa?”“Berapa harga ini bang?” (sambil menunjuk baran yang ditanyakan)
Kalimat di atas merupakan contoh kalimat yang baik dan benar, jika digunakan oleh seseorang dengan orang lain yang akrab dan sebaya. Menjadi tidak baik dan jelas tidak benar jika digunakan oleh mahasiswa kepada dosennya.Contoh kalimat kedua juga merupakan kalimat yang baik, karena sesuai dengan situasi dan kondisi. Tetapi belum tentu benar. Tidak mungkin bahasa tersebut kita ganti dengan bahasa yang benar.Contoh baku: 
“Berapa harga buku ini satu buah bang?”“Harga satu buah buku ini adalah lima ribu rupiah.”
Hal ini tentulah tidak menjadi efektif karena situasi pasar yang ramai dan juga banyak pembeli yang mengantre membuat bahasa yang benar tidaklah tepat dalam situasi ini karena membutuhkan tawar menawar dalam hal tawar menawar. Berbahasa Indonesia yang baik itu jika digunakan sesuai konteks pembicaraan dan situasi. Jika digunakan untuk teman,sahabat,pacar atau orang yang sebaya dan akrab maka kalimat tersebut baik. Tetapi perlu diperhatikan, kata-kata seperti “loe” tidaklah baku karena yang baku adalah “kamu” atau “anda”.Berbahasa Indonesia yang benar adalah bahasa yang sesuai dengan tata bahasa baku yang telah ditetapkan. Bahasa Indonesia yang benar diterapkan dalam bahasa tulis dan bahasa lisan yang sifanya resmi misalnya pada saat berpidato.Yang baik belum tentu benar, dan yang benar belum tentu baik. Yang baik dan benar adalah berbahasa Indonesia yang baik dan benar, bukan hanya baik saja, bukan hanya benar saja, apalagi yang tidak baik dan tidak benar.

Fungsi Bahasa Sebagai Alat Komunikasi

Pada dasarnya bahasa memiliki fungsi tertentu yang digunakan berdasarkan kebutuhan seseorang, yaitu sebagai alat untuk mengekspresikan diri, alat untuk berkomunikasi, alat untuk mengadakan integrasi, dan beradaptasi sosial dalam lingkungan atau situasi tertentu, dan sebagai alat untuk melakukan kontrol social(Keraf, 1997 :3). 

Berdasarkan studi Albert Mahrabian, manusia berkomunikasi 7% dari bahasa verbal, 38% dari nada suara, & 55% dari ekspresi muka. Itu artinya kemampuan verbal hanya menyumbang sedikit dari cara manusia berkomunikasi, sisanya adalah nada dan ekspresi muka yang mendominasi komunikasi karena nada dan ekspresi muka sangat memengaruhi komunikasi kita terhadap lawan bicara, dengan nada dan ekspresi muka dan gerak tubuh yang terlatih akan mempercepat penyampaian informasi,maksud,dan keinginan kita saat berkomunikasi dengan lawan bicara.

Menurut Felicia (2001:1) dalam berkomunikasi sehari-hari, salah satu alat yang paling sering digunakan adalah bahasa, baik bahasa lisan maupun bahasa tulis. Begitu dekatnya kita dengan bahasa, terutama Bahasa Indonesia, sebagai bahasa Ibu, bahasa Indonesia tidak dirasa perlu untuk mendalami dan mempelajarinya lagi.

Bahasa juga sebagai alat komunikasi merupakan saluran perumusan maksud kita, melahirkan perasaan kita dan memungkinkan kita menciptakan kerja sama dengan sesama . Bahasa mengatur berbagai macam aktivitas kemasyarakatan, merencanakan dan mengarahkan masa depan kita. (Gorys Keraf, 1997 : 4).

Bahasa sebagai sarana komunikasi mempunyai fungsi utama bahwa komunikasi ialah penyampaian pesan atau makna oleh seseorang kepada orang lain. Keterikatan dan keterkaitan bahasa dengan manusia menyebabkan bahasa tidak tetap dan selalu berubah seiring perubahan kegaiatan manusia dalam kehidupannya di masyarakat. Perubahan bahasa dapat terjadi bukan hanya berupa pengembangan dan perluasan, melainkan berupa kemunduran sejalan dengan perubahan yang dialami masyarakat. Terutama pada penggunaan Fungsi komunikasi pada bahasa asing Sebagai contoh masyarakat Indonesia lebih sering menempel ungkapan “No Smoking” daripada “Dilarang Merokok”, “Stop” untuk “berhenti”, “Exit” untuk “keluar”, “Open House” untuk penerimaan tamu di rumah pada saat lebaran. Jadi bahasa sebagai alat komunikasi tidak hanya dengan satu bahasa melainkan banyak bahasa.

Bahasa Indonesia berfungsi sebagi alat komunikasi antaranggota masyarakat. Fungsi tersebut digunakan dalam berbagai lingkungan, tingkatan, dan kepentingan yang beraneka ragam, misalnya, komunikasi ilmiah, bisnis, kerja, social dan budaya. Untuk itu, pemakai bahasa komunikatif memerlukan pengetahuan dan keterampilan menggunakan berbagai ragam bahasa yang dapat mendukung pengembangan pengetahuan, keterampilan, pemikiran, dan sikap yang hendak dikomunikasikannya.Komunikasi lisan atau non standar yang sangat praktis menyebabkan kita tidak teliti berbahasa. Kita akan kesulitan pada saat akan menggunakan bahasa tulis atau bahasa yang lebih standar dan teratur.

Pada saat kita menggunakan bahasa untuk berkomunikasi, antara lain kita juga mempertimbangkan apakah bahasa yang kita gunakan laku untuk dijual. Sehingga kita sering mendengarkan istilah “ Bahasa Komunikatif”.Misalnya : Kata Makro hanya dapat dipahami oleh golongan masyarakat tertentu. Besar atau luas mudah dipahami oleh semua lapisan masyarakat.
Sumber:
http://herwingoernia19.blogspot.com/2013/04/contoh-penggunaan-bahasa-indonesia.html

en.wikipedia.org/wiki/Albert_Mehrabian

Hs, Widjono. 2007. Bahasa Indonesia – Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian di Perguruan Tinggi, Edisi Revisi, PT Grasindo, Jakarta.



t_wahyu.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/4761/BAB1.htm‎l

Wednesday, July 3, 2013

BUDAYA ORGANISASI

Budaya organisasi adalah sebuah sistem makna bersama yang dianut oleh para anggota yang membedakan suatu organisasi dari organisasi-organisasi lainnya. Sistem makna bersama ini adalah sekumpulan karakteristik kunci yang dijunjung tinggi oleh organisasi.
Adapun pengertian Budaya Organisasi menurut beberapa ahli, yaitu :
1.Menurut Wood, Wallace, Zeffane, Schermerhorn, Hunt, Osborn (2001:391), budaya organisasi adalah sistem yang dipercayai dan nilai yang dikembangkan oleh organisasi dimana hal itu menuntun perilaku dari anggota organisasi itu sendiri.
2.Menurut Tosi, Rizzo, Carroll seperti yang dikutip oleh Munandar (2001:263), budaya organisasi adalah cara-cara berpikir, berperasaan dan bereaksi berdasarkan pola-pola tertentu yang ada dalam organisasi atau yang ada pada bagian-bagian organisasi.
3.Menurut Robbins (1996:289), budaya organisasi adalah suatu persepsi bersama yang dianut oleh anggota-anggota organisasi itu.
4.Menurut Schein (1992:12), budaya organisasi adalah pola dasar yang diterima oleh organisasi untuk bertindak dan memecahkan masalah, membentuk karyawan yang mampu beradaptasi dengan lingkungan dan mempersatukan anggota-anggota organisasi. Untuk itu harus diajarkan kepada anggota termasuk anggota yang baru sebagai suatu cara yang benar dalam mengkaji, berpikir dan merasakan masalah yang dihadapi.
5.Menurut Cushway dan Lodge (GE : 2000), budaya organisasi merupakan sistem nilai organisasi dan akan mempengaruhi cara pekerjaan dilakukan dan cara para karyawan berperilaku. Dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan budaya organisasi dalam
penelitian ini adalah sistem nilai organisasi yang dianut oleh anggota organisasi, yang kemudian mempengaruhi cara bekerja dan berperilaku dari para anggota organisasi.

A.    FUNGSI BUDAYA ORGANISASI
Budaya organisasi memiliki fungsi yang sangat penting. Fungsi budaya organisasi adalah sebagai tapal batas tingkah laku individu yang ada didalamnya.

Menurut Robbins (1996 : 294), fungsi budaya organisasi sebagai berikut :
1.Budaya menciptakan pembedaan yang jelas antara satu organisasi dan yang lain.
2.Budaya membawa suatu rasa identitas bagi anggota-anggota organisasi.
3.Budaya mempermudah timbulnya komitmen pada sesuatu yang lebih luas daripada kepentingan diri individual seseorang.
4.Budaya merupakan perekat sosial yang membantu mempersatukan organisasi itu dengan memberikan standar-standar yang tepat untuk dilakukan oleh karyawan.
5.Budaya sebagai mekanisme pembuat makna dan kendali yang memandu dan membentuk sikap serta perilaku karyawan.

B.     TIPOLOGI BUDAYA ORGANISASI

Menurut Sonnenfeld dari Universitas Emory (Robbins, 1996 :290-291), ada empat tipe budaya organisasi :
1. Akademi
Perusahaan suka merekrut para lulusan muda universitas, memberi mereka pelatihan istimewa, dan kemudian mengoperasikan mereka dalam suatu fungsi yang khusus. Perusahaan lebih menyukai karyawan yang lebih cermat, teliti, dan mendetail dalam menghadapi dan memecahkan suatu masalah.
2. Kelab
Perusahaan lebih condong ke arah orientasi orang dan orientasi tim dimana perusahaan memberi nilai tinggi pada karyawan yang dapat menyesuaikan diri dalam sistem organisasi. Perusahaan juga menyukai karyawan yang setia dan mempunyai komitmen yang tinggi serta mengutamakan kerja sama tim.
3. Tim Bisbol
Perusahaan berorientasi bagi para pengambil resiko dan inovator, perusahaan juga berorientasi pada hasil yang dicapai oleh karyawan, perusahaan juga lebih menyukai karyawan yang agresif. Perusahaan cenderung untuk mencari orang-orang berbakat dari segala usia dan pengalaman, perusahaan juga menawarkan insentif finansial yang sangat besar dan kebebasan besar bagi mereka yang sangat berprestasi.
4. Benteng
Perusahaan condong untuk mempertahankan budaya yang sudah baik. Menurut Sonnenfield banyak perusahaan tidak dapat dengan rapi dikategorikan dalam salah satu dari empat kategori karena merek memiliki suatu paduan budaya atau karena perusahaan berada dalam masa peralihan.

Daftar Pustaka:
Irianto, Yusuf, 2001.Tema-Tema Pokok Manajemen Sumber Daya Alam, Penerbit Insan Cendikiawan, Surabaya.
Schroeger, Roger. G.  1994. Manajemenn Operasi.
Ismangil Wagiono. A Strategic Management Approach Corporate Culture Organization Culture.2001. Jakarta.


Dr. Edy Soetrisno, M.Si, Budaya Organisasi, 2010. Prenada Media Group. Jakarta