Pages

Saturday, March 31, 2012

Manusia dan Cinta Kasih

Cinta, setiap orang pasti tak asing lagi dengan satu kata ini, sebuah perasaan emosional yang diberikan oleh Tuhan kepada mahlukNya agar bisa saling mengasihi.


PENGERTIAN CINTA

Cinta adalah sebuah perasaan emosi dari kasih sayang dan satu kata yang mengandung perasaan yang rumit yang dimiliki oleh semua mahluk, setiap individu mungkin mempunyai makna yang berbeda karena cinta bersifat subyektif tergantung penghayatan serta pengalamannya. Sebenarnya istilah Cinta dalam masyarakat Indonesia dan Malaysia masih dipengaruhi istilah Love dalam bahasa inggris, Love mengacu kepada 4 arti untuk eros, philia, agape dan storge. 
Cinta yang lebih cenderung kepada romantis, asmara dan hawa nafsu; eros
Sayang lebih cenderung kepada teman-teman dan keluarga; philia
Kasih lebih cenderung kepada Tuhan dan keluarga; agape
Semangat Nusa yang cenderung kepada patriotisme, nasionalisme, dan narsisme; storge 


Menurut KBBI karya WJS Poerwadarminta, Cinta adalah rasa sangat suka (kepada) atau (rasa) sayang (kepada). Ataupun rasa sangat kasih atau sangat terrarik hatinya sedangkan kata kasih artinya perasaan sayang atau cinta kepada atau menaruh belas kasihan. 


Menurut Erich Fromm ada lima syarat untuk mewujudkan cinta kasih yaitu:


  • Perasaan
  • Pengenalan
  • Tanggung Jawab
  • Perhatian
  • Saling Menghormati

UNSUR DALAM CINTA

Pengertian tentang cinta dikemukakan  juga oleh Dr. Sarlito W. Sarwono, dikatakan bahwa cinta memiliki tiga unsur yaitu: keterikatan. Keintiman, dan kemesraan.  Yang dimaksud dengan  keterikatan adalah adanya perasaan untuk hanya bersama dia, segala prioritas untuk dia, tidak mau pergi dengan orang lain kecuali dengan dia, kalau janji dengan dia harus ditepati. Unsur yang kedua adalah  keintiman  yaitu adanya kebiasaan-kebiasaan dan tingkah laku yang menunjukan bahwa antara anda dengan dia sudah tidak ada jarak lagi. Panggilan-panggilan formal seperti bapak,  ibu, saudara digantikan dengan sekedar memanggil nama atau sebutan, sayang dan sebagainya.Makan minum dari satu piring, cangkir tanpa rasa risi, pinjam meminjam baju, saling memakai uang tanpa rasa berhutang, tidak saling  menyimpan rahasia  dan lain-lainya. Unsur yang ketiga adalah kemesraan, yaitu adanya rasa ingin membelai dan dibelai, rasa kangen kalau jauh atau lama tidak bertemu, adanya ucapan ucapan yang mengungkapkan rasa sayang,dan seterusnya.

Tanda-tanda Cinta

Cinta merupakan hal yang sangat subyektif, satu orang dengan orang lainnya akan memaknakan secara berbeda. Namun ada tanda-tanda yang menunjukkan adanya perasaan cinta:
  • Unsur ketertarikan dan kekaguman
cinta pada umumnya didahului oleh rasa ketertarikan dan kekaguman, baik itu secara fisik, sifat, kebiasaan, maupun materi.


  • Teringat terus dalam ingatan
Perasaan cinta membuat seseorang akan selalu mengingat orang yang dicintainya


  • Adanya pengorbanan
Perasaan cinta membuat orang ingin melakukan apa saja demi membahagiakan dan menyenangkan orang yang dicintainya

  • Adanya ketertarikan seksual
Biasanya perasaan cinta membuat orang memiliki rasa ingin selalu bertemu serta keinginan bersentuhan secara fisik.


Unsur Dalam Segitiga Cinta 

Teori segitiga cinta dikembangkan oleh Robert J. Sternberg seoraang psikolog di Tufts University, menurutnya ada tiga unsur dalam segitiga cinta, yaitu:

  • Komitmen adalah upaya sadar untuk menjaga hubungan

  • Keintiman adalah kedekatan emosional, yang melibatkan tingkat kepercayaan yang tinggi antara dua individu

  • Gairah adalah perasaan romantis, ketertarikan secara fisik dan seksual

Tingkatan Cinta


Cinta juga memiliki tingkatan yaitu tingkat tinggi, menengah, dan rendah. 

  • Tingkatan tinggi yaitu cinta kepada Tuhan yang menguasai alam semesta ini, karena tanpa kekuasaannya kita tidak dapat hidup di bumi ini dan tidak dapat merasakan cinta. Cinta kepada Allah dan Rasulnya yaitu Nabi Muhammad SAW karena ia akan membawa kebenaran kepada umatnya.

  • Tingkatan Menengah yaitu cinta kepada kedua orang tua kita yang telah membesarkan serta merawat kita dengan penuh kasih sayang, Kasih seorang ibu sepanjang masa karena telah berjuang dengan cintanya mengandung kita selama 9 bulan. Selain itu cinta kepada keluarga seperti istri, anak, adik, kakak, dll.  juga termasuk menengah. 

  • Tingkatan Rendah yaitu cinta kepada seseorang yang spesial di hidup kita seperti teman, sahabat, atau pacar yang telah menemani hari-hari kita.

Cinta adalah anugerah yang diberikan oleh sang Pencipta kepada mahluk-mahluknya, untuk itu syukurilah hidup ini dan isi kehidupan dengan cinta, dengan begitu hidup akan menjadi tentram dan damai. 



referensi:

MKDU Ilmu Budaya Dasar
http://belajarpsikologi.com/memahami-makna-cinta/
http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2012/03/ilmu-budaya-dasar-59/
http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2012/03/ikaps-manusia-dan-cinta-kasih/
http://id.wikipedia.org
http://dunia-ramal.blogspot.com











Wednesday, March 21, 2012

Konsepsi Ilmu Budaya Dasar dalam Kesusastraan

Ilmu Budaya Dasar yang dihubungkan dengan Prosa





Pengertian Prosa


Prosa merupakan suatu jenis tulisan yang berbeda dngan puisi karena variasi ritme yang dimiliki prosa lebih besar, serta bahasanya yang lebih sesuai dengan arti leksikalnya dibandingkan puisi. Kata Prosa berasal dari bahasa latin "Prosa" yang artinya "Terus Terang". Jenis tulisan prosa pada umumnya digunakan untuk mendeskripsikan suatu fakta atau ide, oleh karena itu prosa dapat digunakan untuk surat kabar, majalah, novel, ensiklopedia, serta bebagai jenis media lain. Prosa juga dibagi menjadi dua, yaitu prosa lama dan prosa baru. Prosa lama adalah prosa yang belum terpengaruh budaya barat, sedangkan prosa baru adalah prosa yang dapat dikarang bebas tanpa aturan.


Jenis-jenis Prosa

Prosa biasanya dibagi menjadi empat jenis, yaitu:
  1. Prosa Naratif
  2. Prosa Deskriptif
  3. Prosa Eksposisi
  4. Prosa Argumentatif


Komponen dalam Prosa Lama

Prosa Lama meliputi:
  • Fabel
Diambil dari bahasa belanda yang berarti cerita. Fabel menceritakan tentang kehidupan hewan yang berperilaku seperti manusia, cerita fabel adalah fiksi alias tidak nyata.

  • Legenda
Diambil dari bahasaa latin "legere" merupakan cerita prosa rakyat yang dianggap oleh yang mempunyai cerita merupakan sesuatu yang benar-benar terjadi, oleh karena itu legenda sering dianggap sejarah kolektif. Walaupun demikian cerita legenda tidak tertulis melainkan dari mulut ke mulut sehingga cerita legenda ini mengalami distorsi sehingga ceritanya berubah bahkan jauh dari cerita aslinya.  legenda adalah cerita yang dipercaya oleh beberapa penduduk setempat benar-benar terjadi, tetapi tidak dianggap suci atau sakral yang juga membedakannya dengan mite. Dalam KBBI 2005

  • Cerita Rakyat
Cerita rakyat adalah cerita pada masa lampau yang menjadi ciri khas setiap bangsa yang memiliki kultur budaya yang beraneka ragam mencakup kekayaan budaya dan sejarah yang dimiliki masing-masing bangsa. 

  • Tambo
Suatu karya sastra yang menceritakan sejarah (asal-usul) suku bangsa, negeri, dan adat. Karya sastra sejarah ini biasa disebut dengan Historiografi Tradisional. Penulisan sejarah suatu negeri berdasarkan anggapan atau kepercayaan masyarakat setempat secara turun-temurun. 

  • Cerita Pelipur Lara
Suatu karya sastra yang berisikan kejenakaan. Karya sastra ini bertujuan untuk melipur lara atau membuat pembaca melupakan kesedihannya. 


Komponen dalam Prosa Baru

Prosa Baru meliputi:

  • Roman
Roman adalah sejenis karya sastra dalam bentuk prosa atau gancaran yang isinya melukiskan perbuatan pelakunya menurut watak dan isi jiwa masing-masing. Bisa juga roman artinya adalah "kisah percintaan". 

  • Riwayat
Riwayat  adalah catatan singkat tengatang gambaran diri seseorang. Selain berisi data pribadi, gambaran diri itu paling tidak harus di isi keterangan tentang pendidikan atau keahlian dan pengalaman. Dengan data itu riwayat hidup akan memberikan gambaran atau kualifikasi seseorang. 

  • Antologi
Antologi secara harfiah diturunkan dari kata bahasa Yunani yang berarti“karangan bunga” atau “kumpulan bunga” yang berarti sebuah kumpulan dari karya-karya sastra. Awalnya definisi ini hanya mencakup kumpulan puisi (termasuk syair dan pantun) yang dicetak dalam satu volume. Namun, antologi juga dapat berarti kumpulan karya sastra lain seperti cerita pendek, novel pendek, prosa, dan lain-lain. Dalam pengertian modern, kumpulan karya musik oleh seorang artis, kumpulan cerita yang ditayangkan dalam radio dan televisi juga tergolong antologi. 

  • Resensi
Resensi adalah suatu tulisan atau ulasan mengenai nilai sebuah hasil karya, baik itu buku, novel, majalah, komik, film, kaset, CD, VCD, maupun DVD. Tujuan resensi adalah menyampaikan kepada para pembaca apakah sebuah buku atau hasil karya itu patut mendapat sambutan dari masyarakat atau tidak. 

  • Kritik
Kritik adalah analisis untuk menilai suatu karya sastra. Tujuan kritik sebenarnya bukan menunjukkan keunggulan, kelemahan, benar atau salah sebuah karya sastra dipandang dari sudut tertentu, tetapi tujuan akhirnya mendorong sastrawan untuk mencapai penciptaan sastra setinggi mungkin dan mendorong pembaca untuk mengapresiasi karya sastra secara lebih baik. Ada dua jenis kritik sastra yaitu kritik sastra intrinsik dan kritik ekstrinsik.




Manusia dan Kebudayaan

Pengertian Manusia

         Manusia atau orang dapat diartikan secara berbeda dilihat dari segi biologis, rohani, dan istilah kebudayaan atau secara campuran. 

               Secara biologis, mausia diklasifikasikan sebagai homo sapiens (bahasa latin yang berarti "manusia yang tahu"), sebuah spesies primata dari golongan mamalia yang dilengkapi otak berkemampuan tinggi.

            Secara Rohani, manusia dijelaskan menggunakan konsep jiwa yang bervariasi dimana dalam agama dimengerti dalam hubungannya dengan kekuatan kekuatan atau mahluk hidup, manusia merupakan perpaduan antara mahluk material dan mahluk spiritual
            Secara antropologi kebudayaan, manusia dijelaskan berdasarkan penggunaan bahasa, organisasi dalam masyarakat serta perkembangan teknologinya dan terutama sebagai mahluk social dapat berinteraksi dengan manusia atau mahluk hidup lainnya.
Berikut ini adalah pengertian manusia menurut beberapa ahli:

  •  NICOLAUS & A. SUDIARJA 
 Manusia adalah bhinneka, tetapi tunggal. Bhinneka karena ia adalah jasmani dan rohani akan tetapi karena jasmani dan rohani merupakan satu barang

  • ABINENO J. I
Manusia adalah tubuh yang berjiwa dan bukan jiwa abadi yang berada atau yang terbungkus dalam tubuh yang fana.
  • SOKRATES
Manusia adalah mahluk hidup berkaki dua yang tidak berbulu dengan kuku datar dan lebar.


Pengertian Kebudayaan 
Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sanskerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia.
Dalam bahasa Inggris, kebudayaan disebut culture, yang berasal dari kata Latin Colere, yaitu mengolah atau mengerjakan. Bisa diartikan juga sebagai mengolah tanah atau bertani. Kata culture juga kadang diterjemahkan sebagai "kultur" dalam bahasa Indonesia.
                Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya sendiri terbentuk oleh banyak unsur, termasuk unsur yang rumit seperti sistem agama, politik, adat istiadat, bahasa, perkakas, bangunan, dan karya seni. Budaya merupakan suatu pola hidup menyeluruh yang dimiliki manusia yang bersifat abstrak, kompleks dan luas.
                Ketika pergi ke suatu tempat dimanapun, kita akan selalu menemukan aspek-aspek budaya yang terdapat dalam masyarakat dan tempat tersebut. Aspek-aspek ini terbagi menjadi 7 unsur, yaitu:
1.       Sistem bahasa
2.       Sistem peralatan hidup dan teknologi
3.       Sistem ekonomi
4.       Sistem kemasyarakatan
5.       Ilmu pengetahuan
6.       Kesenian
7.       Sistem kepercayaan atau agama
Ketujuh hal ini dikemukakan oleh Clyde Kluckhohn dalam bukunya yang berjudul Universal Catagories of Culture disebut sebagai tujuh unsur kebudayaan yang bersifat universal. Artinya ketujuh unsur-unsur kebudayaan ini akan selalu kita temukan di setiap kebudayaan dan masyarakat dunia. Unsur-unsur ini adalah perwujudan usaha manusia dalam menjaga serta memenuhi kebutuhan hidup dan menjaga eksistensi diri dan kelompoknya.



Tuesday, January 3, 2012

Masyarakat Pedesaan

MASYARAKAT PEDESAAN

PENGERTIAN DESA
Menurut R. Bintaro, Desa adalah merupakan perwujudan geografis yang ditimbulkan oleh unsur-unsur fisiografis, sosial, ekonomi politik, kultural setempat dalam hubungan dan pengaruh timbal balik dengan daerah lain.a
Menurut H. Landis, Desa adalah suatu wilayah yang jumlah penduduknya kurang dari 2.500 jiwa dengan cirri-ciri sebagai berikut :
1.    Mempunyai pergaulan hidup yang saling kenal mengenal antra ribuan jiwa
2.    Ada pertalian perasaan yang sama tentang kesukuaan terhadap kebiasaan
3.    Cara berusaha (ekonomi) aalah agraris yang paling umum yang sangat dipengaruhi alam sekitar seperti iklim, keadaan alam, kekayaan alam, sedangkan pekerjaan yang bukan agraris adalah bersifat sambilan.
Menurut Peraturan Pemerintah Nomor 72 Tahun 2005 tentang Desa, disebut bahwa Desa adalah kesatuan masyarakat hukum yang dipimpin oleh Kepala Desa serta memiliki batas-batas wilayah yang berwenang untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat, berdasarkan asal-usul dan adat istiadat setempat yang diakui dan dihormati dalam sistem Pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Desa bukanlah bawahan kecamatan, karena kecamatan merupakan bagian dari perangkat daerah kabupaten/kota, dan desa bukan merupakan bagian dari perangkat daerah. Berbeda denganKelurahan, Desa memiliki hak mengatur wilayahnya lebih luas. Namun dalam perkembangannya, sebuah desa dapat diubah statusnya menjadi kelurahan.

CIRI-CIRI MASYARAKAT PEDESAAN
·         Di dalam masyarakat pedesaan di antara warganya mempuyai hubungan yang lebih mendalam serta erat bila dibandingkan dengan masyarakat pedesaan diluar wilayahnya.
·         Sistem kehidupan umumnya berkelompok engan dasar kekeluargaan.
·         Sebagian besar warga masyarakat pedesaan bermata pencaharian sesuai dengan sumber daya alam di daerah tempat mereka tinggal dan juga pekerjaan sambilan.
·         Masyarakat tersebut homogen, seperti dalam hal pencarían, agama,, adat-istiadat dsb

FUNGSI DESA
·         Desa sebagai hinterland yaitu sebagaipemasok kebutuhan bagi kota
·         Desa merupakam sumber tenaga kerja kasar bagi perkotaan
·         Desa merupakan mitra bagi pembangunan kota
·         Desa sebagai bentuk pemerintahan terkecil di wilayah Republik Indonesia
Masyarakat di Indonesia lebih dari 80% tinggal di daerah pedesaan dengan mata pencarían yang bersifat agraris. Pada umumnya masyarakat kota mengenal masyaraat pedesaan ialah masyarakat yang tentram, damai, harmonis dll. Tetapi sebenarnya masyarakat pedesaan juga memiliki berbagai macam permasalahan sosial, gejala sosial yang sering terjadi pada masyarakat pedesaaan:
·         Konflik ( Pertengkaran )
Tidak selamanya masyarakat dikenal dengan masyarakat yang tentram damai, pada kenyataannya mereka juga penuh masalah dan ketegangan. Karena setiap hari mereka berinteraksi dengan tetangga secara terus menerus, ini memungkinkan munculnya konflik, pertengkaran yang sering terjadi adalah masalah rumah tangga yang menjalar keluar rumah tangga, sehingga memicu konflik antar tetangga.

·         Kontraversi ( Pertentangan )
Pertentangan di dalam masyarakat pedesaan bisa disebabkan oleh perubahan konsep-konsep kebudayaan, psikologi atau dalam hubungannya dengan guna-guna. Para ahli hukum adat biasanya meninjau masalah ini dari sudut kebiasaan masyarakat

·         Kompetisi ( Persaingan )
Sesuai dengan kodratnya masyarakat pedesaan adalah manusia yang mempunyai sifat-sifat sebagai manusia biasa yang antara lain memiliki saingan, oleh karena itu persaingan itu bisa berwujud positif atau negatif. Persaingan positif bila wujud persaingannya untuk meningkatkan prestasi, produksi, serta  meningkatkan kemajuan desa. Sebaliknya persaingan berwujud negatif sebagaimana manusia memiliki rasa iri hati, dengki, tidak mau berusaha dan akhirnya hanya bisa memfitnah, hal ini akan memicu ketegangan di masyarakat.

Menurut tingkat perkembangannya
·         Desa Swadaya
Desa swadaya adalah desa yang memiliki potensi tertentu tetapi dikelola dengan sebaik-baiknya, dengan ciri:
1.    Daerahnya terisolir dengan daerah lainnya.
2.    Penduduknya jarang.
3.    Mata pencaharian homogen yang bersifat agraris.
4.    Bersifat tertutup.
5.    Masyarakat memegang teguh adat.
6.    Teknologi masih rendah.
7.    Sarana dan prasarana sangat kurang.
8.    Hubungan antarmanusia sangat erat.
9.    Pengawasan sosial dilakukan oleh keluarga.

·         Desa Swakarya
Desa swakarya adalah peralihan atau transisi dari desa swadaya menuju desa swasembada. Ciri-ciri desa swakarya adalah:
1.    Kebiasaan atau adat istiadat sudah tidak mengikat penuh.
2.    Sudah mulai menpergunakan alat-alat dan teknologi
3.    Desa swakarya sudah tidak terisolasi lagi walau letaknya jauh dari pusat perekonomian.
4.    Telah memiliki tingkat perekonomian, pendidikan, jalur lalu lintas dan prasarana lain.
5.    Jalur lalu lintas antara desa dan kota sudah agak lancar.
·         Desa Swasembada
Desa swasembada adalah desa yang masyarakatnya telah mampu memanfaatkan dan mengembangkan sumber daya alam dan potensinya sesuai dengan kegiatan pembangunan regional. Ciri-ciri desa swasembada
1.    kebanyakan berlokasi di ibukota kecamatan.
2.    penduduknya padat-padat.
3.    tidak terikat dengan adat istiadat
4.    telah memiliki fasilitas-fasilitas yang memadai dan labih maju dari desa lain.
5.    partisipasi masyarakatnya sudah lebih efektif.



Sumber: http://id.wikipedia.org
        MKDU ISD Universitas Gunadarma

Saturday, September 24, 2011

Ilmu Sosial Dasar

Pengertian Ilmu
Ilmu atau ilmu pengetahuan adalah seluruh usaha sadar untuk menyelidiki, menemukan, dan meningkatkan pemahaman manusia dari berbagai segi kenyataan dalam alam manusia.
Secara Etimologi, kata ILMU berasal dari bahasa arab yaitu "ILM" yang artinya memahami, mengerti, atau mengetahui. Dalam kaitan penyerapan katanya, ilmu pengetahuan dapat berarti memahami suatu pengetahuan, dan ilmu sosial dapat berarti mengetahui masalah-masalah sosial, dan sebagainya.

Pengertian Ilmu Sosial Dasar 
Ilmu Sosial Dasar merupakan suatu ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang kehidupan sosial yang muncul dan berkembang yang menelaah masalah-masalah sosial, khususnya masalah-masalah yang ditimbulkan oleh masyarakat Indonesia dengan menggunakan pengertian-pengertian (fakta,konsep,teori) yang berasal dari berbagai bidang pengetahuan keahlian dalam lapangan ilmu-ilmu sosial.

Sumber semua ilmu adalah filsafat/filosofi yang merupakan dasar, lalu lahirlah 3 cabang ilmu pengetahuan yaitu:
  • Natural Science: meliputi fisika, kimia, biologi, astronomi (IPA)
  • Social Science  : meliputi sosiologi, politik, ekonomi, sejarah, psikologi (IPS)
  • Humanities        : meliputi bahasa, budaya, agama, kesenian, kesusastraan.
    • Ilmu-ilmu Alamiah ( Natural Scince ) : Ilmu-ilmu alamiah bertujuan mengetahui keteraturan-keteraturan yang terdapat dalam alam semesta. Untuk mengkaji hal ini digunakan metode ilmiah. Caranya ialah dengan menentukan hukum yang berlaku mengenai keteraturan-keteraturan itu, lalu dibuat analisis untuk menentukan suatu kualitas. Hasil analisis ini kemudian digeneralisasikan.
    • Ilmu-ilmu sosial ( Social Scince ) : ilmu-ilmu sosial bertujuan untuk mengkaji keteraturan-keteraturan yang terdapat dalam hubungan antara manusia. Untuk mengkaji hal ini digunakan metode ilmiah sebagai pinjaman dari ilmu-ilmu alamiah.
    • Pengetahuan budaya ( The Humanities ) bertujuan untuk memahami dan mencari arti kenyataan-kenyataan yang bersifat manusiawi. Untuk mengkaji hal ini digunakan metode pengungkapan peristiwa-peristiwa dan kenyataan-kenyataan yang bersifat unik, kemudian diberi arti.
Ilmu Sosial Dasar tidak merupakan gabungan dari ilmu-ilmu sosial yang dipadukan, karena masing-masing sebagai disiplin ilmu memiliki obyek dan metode ilmiahnya sendiri-sendiri yang tidak mungkin dipadukan.
Ilmu Sosial Dasar bukan merupakan disiplin ilmu tersendiri, karena Ilmu Sosial Dasar tidak mempunyai obyek dan metode ilmiah tersendiridan juga ia tidak mengembangkan suatu penelitian sebagai mana suatu disiplin ilmu, seperti ilmu-ilmu social diatas.
Ilmu Sosial Dasar merupakan suatu bahan studi atau program pengerjaan yang khusus dirancang untuk kepentingan bahan pendidikan di perguruan tinggi di Indonesia.

Latar Belakang Diberikannya Mata Kuliah ISD di Perguruan Tinggi
1. Banyaknya kritik yang ditunjukkan pada sistem pendidikan di perguruan tinggi bahwa sistem pendidikan yang diberikan masih berbau kolonial dan warisan sistem pendidikan pemerintah Belanda. Yang pendidikannya bertujuan untuk menghasilkan tenaga terampil untuk menjadi tukang yang mengisi birokrasi mereka.
2. Sistem pendidikannya masih tidak mengenali dimensi – dimensi lain di luar disiplin keilmuannya. Perguruan tinggi dianggap seolah – olah tidak peka terhadap lingkungan sekitarnya sertak perkembangan masyarakat.

Tujuan ISD
ISD membantu perkembangan wawasan penalaran dan kepribadian mahasiswa agar memperoleh wawasan yg lebih luas dan ciri2 kepribadian yg diharapkan dari sikap mahasiswa, khususnya berkenaan dgn sikap dan tingkah laku manusia dlm menghadapi manusia2 lain, serta sikap dan tingkah laku manusia2 lain terhadap manusia yg bersangkutan secara timbal balik.Adapun konsepnya yaitu:
1.      Mengetahui caranya agar mahasiswa mengerti dan sadar akan kenyataan dan masalah sosial yang tengah terjadi di masyarakat.
2.      Sebagai contoh agar mahasiswa lebih responsif pada masalah kenyataan sosial dan langsung mengambil sikap untuk ikut serta dalam usaha menanggulanginya.
3.      Memahami dan menyadari bahwa setiap masalah sosial yang timbul di tengah masyarakat pasti bersifat berkesinambungan dan interdispliner.
4.      Memahami pemikiran-pemikiran dari ahli bidang ilmu pengetahuan dan berhubungan dengan para ahli dalam hal penanggulangan masalah sosial yang ada di masyarakat.

Perbedaan Ilmu Sosial Dasar  dengan Ilmu Pengetahuan Sosial
1.      Ilmu Sosial Dasar (ISD) di pelajari pada saat  di Perguruaan Tinggi, sedangkan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di pelajari pada saat di Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah.
2.      Ilmu Sosial Dasar (ISD) adalah sebuah materi mata kuliah tunggal sedangkan ilmu pengetahuan sosial dasar (IPS) merupakan kelompok dari sejumlah materi  mata pelajaran.
3.      Ilmu Sosial Dasar (ISD) di siapkan unutk pembangunan sikap dan kepribadian, sedang ilmu pengetahuan social (IPS)  di arahkan untuk  pembangunan pengetahuan dan keterampilan intelektual.

Persamaan Ilmu Sosial Dasar (ISD) dan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)
1.      ISD dan IPS adalah  bahan studi untuk kepentingan pendidikan.
2.      ISD dan IPS adalah sebuah ilmu disiplin yang tidak dapat berdiri sendiri.
3.      ISD dan IPS memiliki materi yang terdiri dari bagian kenyataan sosial dan masalah sosial.

Ruang Lingkup Ilmu Sosial Dasar
Materi Ilmu Sosial Dasar terdiri atas masalah-masalah social, untuk dapat menelaah masalah-masalah sosial hendaknya kita memahami dan mengidentifikasi kenyataan-kenyataan social. Maka dari itu Ilmu Sosial Dasar dibagi menjadi tiga golongan yaitu:
1.      Kenyataan-kenyataan sosial yang ada di dalam masyarakat, yang secara bersama-sama merupakan masalah sosial tertentu.
2.      Konsep-konsep sosial atau pengertian tentang kenyataan-kenyataan dibatasi pada konsep dasar yang sangat diperlukan untuk mempelajari masalah-masalah sosial.
3.      Masalah-masalah sosial yang timbul dalam masyarakat, biasanya terlibat dalam berbagai kenyataan-kenyataan sosial yang barkaitan antara satu dengan yang lainnya.

Pokok Bahasan ISD
1. Pengertian, latar belakang serta ruang lingkup pembahasan.
2. Sekilas tentang ilmu2 sosial, IPS, ilmu sosial, dan ISD.
3. Penduduk, masyarakat dan kebudayaan.
4. Individu, keluarga, dan masyarakat.
5. Pemuda dan sosialisasi serta peranan pemuda dalam pembangunan masyarakat.
6. Peranan pendidikan dlm pembangunan.
7. Warga negara dan negara.
8. Pelapisan sosial desa, kesamaan derajat.
9. Desa, masyarakat kota dan pembangunan pedesaan.
10. Kota, masyarakat kota, dan pembangunan perkotaan.
11. Pertentangan-pertentangan sosial.
12. Integrasi sosial dan integrasi nasional.
13. Pembangunan dan perubahan sosial.
14. Ilmu pengetahuan, teknologi dan kemiskinan.

  MKDU Ilmu Sosial Dasar, Gunadarma