Pages

Wednesday, November 20, 2013

Contoh Format Surat Undangan Rapat (Seminar)


Dalam membuat surat resmi hal yang harus diperhatikan adalah ucapan, ejaan, serta tanda baca yang benar.
  • Ucapan: Bahasa Indonesia bagi sebagian penuturnya adalah bahasa kedua. Pengaruh ini dapat berkenaan dengan semua aspek ketatabahasaan, misalnya ucapan. Pengaruh dalam ucapan ini sulit dihindarkan dan menjadi ciri yang membedakan ucapan penutur Bahasa Indonesia dari satu daerah dengan daerah yang lain. Kita dengan mudah dapat menentukan daerah asal penutur berdasarkan ucapan Bahasa Indonesianya.

  • Ejaan: Ejaan penting sekali artinya dalam kaitannya dengan penggunaan Bahasa Indonesia produktif tulis. Dalam menulis kita tidak hanya dituntut untuk dapat menyusun kalimat dengan baik, memilih kata yang tepat, melainkan juga mengeja kata-kata dan kalimat tersebut sesuai dengan ejaan yang berlaku.

  • Tanda Baca: 

Ada beberapa tanda baca/pungtuasi seperti titik (.), Koma (,), titik
  • Titik (.)
           Selain untuk menandai berakhirnya kalimat, titik juga dipakai untuk nomor bab, singkatan, alamat surat, ukuran atau timbangan.
  • Tanda Koma (,)
           Koma digunakan untuk menandai adanya jeda dalam suatu kalimat, membatasi nama dan gelar yang terletak dibelakang nama, jumlah rupiah, ketip dan sen.
           Contoh : Prof. Dr. E.S. Margianti, S.E., MM.
                         Rp 1.250,50
  • Titik Koma (;)
          Tanda titik koma digunakan untuk memisahkan bagian kalimat yang sejenis dan setara.
           Contoh :  Semua mahasiswa diperlakukan sama; tidak ada mahasiswa yang dianakemaskan.

Thursday, November 7, 2013

6 Tips Amankan Anak dari Kejahatan Internet

KOMPAS.com - Penipuan di Facebook, penculikan remaja oleh teman Facebook, bahkan perkosaan, dan pembunuhan, sudah jadi hal “biasa” yang kita dengar di berita. Benarkah teknologi sekejam itu?

Tidak, teknologi tak pernah kejam. Manusia pelakunya lah yang sadis, tega melakukan apa saja demi tujuannya. Dan sang korban lah yang terlalu lengah, mempercayakan semua pada teknologi.

Barangkali akibat anak-anak Indonesia jarang dipesan; “Do not talk to stranger!”. Orang tua di sini justru cenderung berpesan, “Ramahlah pada orang lain.” Apa betul?

Apapun itu, anak-anak dan remaja wajib dibekali wawasan bahwa internet adalah belantara maya yang tak semua penggunanya orang baik. Kasus-kasus kriminal di atas tadi contohnya. Dan itu bukan dominasi kota besar. Bahkan pembunuhan dua wanita oleh “teman” Facebook justru terjadi di Bukittinggi, Sumatera Barat.

Bagaimana mengajarkan anak dan remaja untuk menjaga privasi di dunia maya?

  1. Ceritakan pada mereka soal kasus-kasus kriminal yang terjadi akibat dipicu “teman” Facebook, atau “teman” di internet lain. Cukup googling saja, Anda akan menemukannya.
  2. Pesan untuk tidak mudah percaya ke “teman” di dunia maya, sebaik apapun dia. Justru semakin baik, semakin layak dicurigai.
  3. Jangan berbagi data pribadi seperti nomor telepon rumah, nomor ponsel, alamat rumah, alamat sekolah, nomor rekening, atau semua yang memungkinkan “teman” dunia maya melacak jejak anak kita
  4. Tekankan betapa berbagi foto pribadi, terlebih lagi yang dalam pose vulgar, akan merugikan si anak di kemudian hari. Bahkan anak di bawah umur pun bisa jadi objek kaum pedofil.
  5. Pesan wanti-wanti betapa berbahayanya menemui “teman” dunia maya di dunia nyata, kendati sebaik apapun atau sedahsyat apapun rayuannya. Bangkitkan kembali kisah-kisah kejahatan oleh “teman” dunia maya yang pernah ada.
  6. Komunikasi yang baik, terbuka, antara anak dengan orang tua tetap jadi kunci utama. Mayoritas anak atau remaja yang mudah percaya dengan “teman” dunia maya adalah mereka yang merasa kurang diperhatikan oleh orang tua.

Enam langkah di atas memang selintas mudah dilakukan, namun jika dipraktikkan, akan banyak tantangannya. Sebab anak atau remaja bukanlah anak panah yang dengan mudah kita sasarkan ke target.

Seperti kata Kahlil Gibran, anakmu bukanlah milikmu. Mereka punya jiwa, raga, dan dunia sendiri. Namun, dengan cinta kasih, segala hal yang sulit bukanlah tidak mungkin. Apalagi, sudah pasti orang tua tak ingin anak-anaknya menjadi korban kriminal “teman” dunia maya.


Analisa:

Memang sedang ramai-ramainya perbincangan tentang kejahatan yang terjadi dunia maya, kini orangtua pun harus ekstra waspada kepada anak-anaknya. Orangtua berperan besar dalam mendidik dan membekali pengetahuan kepada anak-anak mereka, khususnya tentang cyber crime atau kejahatan dunia maya. Dengan pengarahan yang tepat seharusnya orangtua juga mengawasi aktifitas internet yang dilakukan oleh anak, tetapi dalam hal ini banyak orang tua yang masih buta teknologi jadi agak sulit memantau mereka, untuk mengatasinya orang tua harus tetap berkomunikasi dengan telepon dengan si anak setelah dia pulang sekolah,les,atau pergi belajar bersama temannya.

Plants vs Zombies 2 Segera Serbu Android

KOMPAS.com - Pengguna Android yang menantikan game Plants vs Zombies 2 tampaknya tidak perlu menunggu terlalu lama untuk menjajal game ini.

Menurut seorang sumber yang "dekat dengan kegiatan operasional pihak publisher EA", seperti dikutip dari Polygon, Rabu (25/9/2013), game populer ini sudah akan "menghantui" platform Android pada Oktober 2013 mendatang. Sayangnya, tidak disebutkan tanggal spesifik dari peluncuran itu.

Pihak Polygon sudah menghubungi EA untuk meminta konfirmasi mengenai informasi ini. Namun, hingga saat ini, EA masih belum memberikan jawaban apa pun.

Plants vs Zombies 2 sejatinya dirilis pada bulan Juli 2013 lalu. Namun, ia baru bisa hadir secara eksklusif di iOS pada 14 Agustus 2013 karena beberapa sebab.

Keterlambatan ini disebabkan, pihak EA ingin melakukan pengujian lebih lanjut terkait kapasitas server, monetisasi, dan penyimpanan file game berbasis cloud.

Pengujian tersebut dilakukan dengan cara merilis game Plants vs Zombies 2 secara terbatas di perangkat iOS Australia. Setelah merasa siap, barulah EA merilis game ini di pasaran global.

EA pun tampaknya melakukan pengujian yang sama untuk platform Android. Hal tersebut terlihat dari peluncuran aplikasi game ini hanya di perangkat Android secara eksklusif di China.

Plants vs Zombies 2 sendiri mendapat respon sangat positif dari pengguna produk berbasis iOS. Hingga 2 September lalu, game ini telah diunduh lebih dari 25 juta kali. Ia juga mendapatkan review positif di iTunes dengan mendapat nilai 4.5 dari 5 bintang.


Analisa: 

Siapa yang tak kenal salah satu game laris ini, game besutan popcap ini telah mengambil hati para gamers game yang dirilis untuk PC pada 2009 ini terbilang cukup mudah dimainkan karena tampilannya yang simpel dan menarik selain itu game ini mendapat review score yang tinggi. Bagi pengguna Android mungkin tidak perlu menunggu lama lagi karena game ini sudah bisa di unduh di PlayStore.

Ronny Gani, Animator Indonesia di Balik Layar Film "Pacific Rim"

KOMPAS.com - Di balik kesuksesan film animasi "Pacific Rim" yang masih diputar di bioskop-bioskop di Tanah Air saat ini, ternyata ada sentuhan seorang animator Indonesia. Dialah Ronny Gani, seorang animator muda yang bekerja di Industrial Light & Magic, di Singapura, anak perusahaan Lucas Film Group, yang menggarap film tersebut.
"Kalau di Pacific Rim saya mengerjakan animasinya. Jadi saya menggerak-gerakkan karakter-karakter yang ada di film itu," ujar Ronny dalam wawancara yang dilansir situs VOA. Ia mengatakan, sebagai animator, ia punya peran memainkan visual effects sehingga gerakan karakter dalan animasi menjadi lebih hidup dan masuk akal.

Ini bukanlah debut pertamanya menggarap animasi-animasi di film Hollywood. Ronny sebelumnya juga terlibat dalam penggarapan film the Avengers yang dirilis tahun 2012.
"Kebetulan sekali waktu saya pertama kali mulai bekerja di Industrial Light & Magic, proyek yang sedang dikerjakan adalah The Avengers. Jadi otomatis saya ikut terlibat dalam proyek itu. Secara garis besar grup Industrial Light & Magic itu mengerjakan bagian akhir film di bagian aliennya sudah mulai menginvasi," kata Ronny.
Pekerjaan sebagai animator sebenarnya bukan cita-citanya saat kecil. Bahkan sampai usai kuliah ia mungkin belum membayangkan profesinya sekarang karena Ronny adalah lulusan S1 Jurusan Arsitektur Universitas Indonesia.
"Selama kuliah saya merasa kurang sreg dengan bidang yang saya pelajari dan akhirnya coba-coba cari saya punya passion apa selain bidang arsitektur ini," kata Ronny.
Kecintaan Ronny terhadap seni ternyata cukup kuat untuk membuatnya mempelajari bidang tersebut lebih dalam lagi secara otodidak. 
"Saya pelajari 3D software yang saat itu saya pakai untuk mengerjakan tugas-tugas kuliah. Akhirnya saya tahu kalau penggunaan 3D software itu ternyata bisa diaplikasikan ke industri film, dalam hal ini animasi dan visual effects," ujarnya.

Tanpa memiliki pendidikan formal dan pengalaman, Ronny kemudian membuat portfolio dan mencari pekerjaan di bidang yang diinginkannya, yaitu animasi. 
"Saya mendapat pekerjaan pertama saya di Batam. Saat itu saya tinggal di Jakarta dan saya harus relokasi ke Batam, dan kerja di sana satu tahun," ujarnya.

Di Batam pekerjaan pertamanya sebagai animator adalah mengerjakan proyek film "Sing to the Dawn", sebuah proyek kolaborasi antara studio animasi di Batam dengan perusahaan Singapura. Filmnya sendiri rilis di Singapura dan di Indonesia dengan judul Merah Mimpi.

Setelah mendapat pengalaman kerja di Batam, akhirnya Ronny memutuskan untuk mencari pekerjaan di Singapura sebagai batu loncatan. Proses pencarian kerjanya pun juga sangat mudah dan semuanya dilakukan melalui online di Internet, sampai akhirnya diterima dan diberi izin kerja. 

Awalnya ia bekerja di perusahaan lokal Singapura, Sparky Animation. Sparky Animation adalah sebuah perusahaan animasi yang mengerjakan proyek-proyek skala kecil, seperti serial TV dan film DVD. 

Setelah enam bulan bekerja di sana, Ronny kemudian mendapatkan pekerjaan di Lucas Film Animation di Singapura selama kurang lebih empat tahun. Di Lucas Film, ia terlibat dalam pembuatan serial TV Star Wars: The Clone Wars untuk musim tayang ke-2, 3, dan 4.

Setelah berkarir di bidang animasi selama beberapa tahun, Ronny mengaku pekerjaannya sebagai animator ini bukanlah pekerjaan impian, namun bisa dikatakan sebagai suatu proses dalam karirnya. 
"Saya aja kuliahnya arsitektur. Yah, lebih seperti proses saja kali ya, sampai saya akhirnya ada disini. Dan saya mensyukuri. Harus mensyukuri saya bisa ada di sini. Tapi ini bukan sesuatu yang memang dari kecil saya impikan, seperti cita-cita saya mau jadi pilot atau apa lalu saya menyebut animator, tidak. Tapi memang dari kecil saya suka film animasi dan hal-hal yang sifatnya seni," jelas Ronny.



Analisa:

Indonesia seharusnya bangga mempunyai seorang animator berbakat seperti ini. Generasi muda seharusnya lebih berani dalam berinovasi atau menyalurkan passion-nya di bidang tertentu walau memang bukan bidang pendidikannya. Terkait industri perfilman seharusnya Indonesia harus jauh melangkah agar tidak tertinggal jauh dari negara tetangga, di Indonesia sendiri masih banyak film-film yang kurang bermutu dan menarik di mata penikmat sineas karena kurangnya kreatifitas, banyak film-film indonesia yang bergenre horor komedi, serta film-film bermutu bisa dihitung dengan jari. Jika saja Indonesia bisa membuat film bergenre animasi ataupun science fiction yang berkualitas tentu saja  ini akan menjadi keuntungan besar.

MomentCam, Aplikasi Karikatur China yang Mendunia

Jakarta - Jika Anda perhatikan deretan top chart free apps di iOS dan Android, baru-baru ini ada satu aplikasi yang menarik perhatian. MomentCam, aplikasi asal China ini sedang digandrungi banyak orang. 

Daya tarik MomentCam adalah, mengubah foto menjadi karikatur secara instant. Dalam deskripsinya, si developer bahkan mengklaim MomentCam adalah aplikasi pertama di dunia yang punya fungsi seperti ini. 

Menariknya lagi, MomentCam saat ini bersaing ketat dengan BlackBerry Messenger (BBM) di Android dan iOS. Dikunjungi detikINET, Rabu (6/11/2013), di Google Play Store, MomentCam berada di urutan kedua setelah BlackBerry. Sementara di iOS, posisi pertama disusul BlackBerry setelahnya. 

Cara menggunakannya pun sangat mudah. Hanya memilih foto yang sudah ada untuk diubah menjadi karikatur, dan MomentCam langsung mengubahnya. Hasilnya, tak kalah dengan sketsa seni karikatur yang dibuat manual oleh para karikaturis. Ada sekitar 150 ribu tema atau gaya kartun yang bisa dipilih oleh user. 

Hanya saja, menu navigasi di aplikasi ini menggunakan huruf tradisional China sehingga agak menyulitkan user menggunakannya. Keluhan ini yang paling banyak diutarakan user di Reviews. 

"Change your language Your app now its worldwide.please add some language.I can't understand what your app said. So, I can't save the photo cause I can't understand your language :) I'll give you 5 if you fix it," tulis salah satu user dengan nama akun Tiara Budiawan. 

Saran lain disampaikan user lain. "Fun but.... I really enjoy it but I can't save the edited pic to the gallery. I need to post in wechat and copy from it. I need to save edited pic to gallery. Coz some pic are private... Not good to let people see... Please fix... Thank u..," ujar user dengan akun Socheata Ya. 

Nah, dengan banyaknya masukan seperti itu, semoga saja si developer menambah lebih banyak pilihan bahasa untuk aplikasinya. Sudah mencobanya? Bagaimana menurut Anda?


Analisa:

Saat ini banyak aplikasi pengolah foto yang tersedia di PlayStore atau AppStore salah satunya adalah aplikasi MomentCam ini atau bisa disebut juga Mo Man Xiang Ji.yang saat ini sedang naik daun di kalangan pengguna android dan apple. Aplikasi ini mempunyai daya tarik yang sangat bagus yaitu mengubah foto menjadi ilustrasi karikatur dan terbilang mudah karena tinggal hanya memilih foto lalu diproses. Sayangnya ada satu kelemahan aplikasi ini, yaitu masih menggunakan huruf cina yang sulit untuk dimengerti oleh user. Seharusnya pihak developer menambahkan fitur bahasa inggris dan bahasa lainnya karena berdasarkan data saat ini aplikasi MomentCam sudah banyak terunduh.