Pages

Thursday, November 7, 2013

Banyak Anak Indonesia yang Belum Melek Internet

KOMPAS.com - Anak muda yang asyik menjelajah dunia maya dengan gadget mobile seperti smartphone dan tablet sudah menjadi pemandangan umum di kota-kota besar Tanah Air. Generasi baru bangsa sepertinya sudah sangat akrab dengan internet.

Tapi benarkah demikian? Ternyata tidak juga.

Sebuah studi bertajuk Measuring the Information Society 2013 yang dilakukan oleh International Telecommunications Union (ITU) dan Georgia Institute of Technology mengungkapkan bahwa ternyata baru sebagian kecil anak muda Indonesia yang "melek internet".

Studi ITU yang dikutip oleh The New York Times tersebut antara lain meneliti jumlah anak muda berusia 15-24 tahun yang pada tahun 2012 telah menggunakan internet selama lima tahun atau lebih. Mereka ini disebut "digital native" alias anak-anak muda yang sudah melek internet.

Data-data diperoleh dari berbagai macam sumber, termasuk informasi jumlah penduduk yang telah online pada 2007, lima tahun sebelum 2012.

Dari hasil penelitian, diketahui bahwa hanya 13,7 persen anak muda Indonesia berusia 15-24 tahun yang termasuk dalam golongan digital native.

Secara keseluruhan, jumlah anak muda Indonesia yang telah aktif menjelajah internet selama 5 tahun atau lebih baru 2,4 persen dari total populasi. Angka tersebut mendudukkan Indonesia di urutan 132 dari 180 negara yang diteliti dalam studi ITU, jauh dari negara-negara maju seperti Jepang dan Amerika Serikat.

Di negara-negara itu, persentase anak muda yang melek internet mencapai lebih dari 90 persen. Urutan pertama dipegang oleh Korea Selatan yang 99,6 persen anak mudanya sudah aktif di internet. 

Yang cukup mengejutkan, di Negeri Jiran Malaysia, tercatat bahwa 75 persen anak muda termasuk dalam golongan digital native. Hal ini disinyalir karena negara yang bersangkutan aktif memanfaatkan teknologi informasi di sekolah-sekolah.

Akan tetapi, karena populasi yang lebih besar, jumlah anak muda Indonesia yang tercatat aktif berinternet masih lebih tinggi dari Malaysia, yaitu sekitar 5,8 juta orang berbanding 3,9 juta. Dari segi jumlah total ini, China mencatat jumlah digital native tertinggi sebanyak 75 juta orang, disusul Negeri Paman Sam dengan angka 41 juta.

Secara global, persentase digital native masih relatif kecil, yaitu tak sampai sepertiga dari populasi anak muda di seluruh dunia.


Analisa:


Indonesia masih menyandang status sebagai Negara berkembang, jadi tidak bisa dibandingkan dengan anak muda di Negara maju. Di Negara maju mungkin teknologi hampir merata di wilayahnya, sedangkan di Indonesia banyak wilayah yang belum tersentuh listrik apalagi teknologi seperti komputer dan internet. Seharusnya pemerintah lebih memperhatikan pembangunan di wilayah tertinggal agar wilayah tertinggal menghasilkan orang-orang yang produktif dan bisa membantu kemajuan Negara.

No comments:

Post a Comment